MEDAN, BOLAHITA - PSMS Medan dipastikan tidak bisa ikut dalam turnamen piala Jenderal Sudirman yang diikuti 14 tim ISL dan PS TNI.
PSMS yang masih berstatus tim Divisi Utama tidak mendapatkan undangan dari penyelenggara.
Namun seluruh pemain, tim pelatih serta offisial
PSMS dipinjamkan oleh PS TNI untuk mengisi skuatnya dalam ajang itu. Dan manajer
PSMS Medan, Andry Mahyar Matondang membantah jika nama
PSMS diganti jadi PS TNI dalam turnamen yang digagas oleh Mahaka Sport and Entertainment itu.
Ia mengaku seluruh penggawa
PSMS berstatus pinjaman dan tidak ada berganti baju PS TNI. “Yang terjadi itu adalah PS TNI itu meminjam pemain
PSMS secara keseluruhan, termasuk pelatih, official. Jadi, jangan disamakan antara
PSMS berganti baju menjadi PS TNI,” ujarnya kepada wartawan. Kenapa mau? Andry melihat selain fakumnya kompetisi, kans agenda turnamen yang menyertakan tim Divisi Utama pun bakal sepi.
PSMS tak mau persiapan yang mereka gelar setiap hari menjadi sia-sia tanpa arena tanding.
“Sisi positifnya adalah di turnamen ini pemain kita akan mendapat jam terbang tambahan dengan lawan-lawan yang dari ISL. Makanya kami intruksikan semua pemain harus pergi semua,” jelas Andri.
Hal senada juga diucapkan pelatih PSMS, Suahrto AD yang menilai seharusnya
PSMS memberikan terimakasih kepada Pangkostrad, Edy Rahymayadi yang berupaya memberikan jalan tetap tampil bertanding. "Jadi, ini suatu penghargaan yang sangat besar, bagaimana niat baik Pangkostrad supaya skuad
PSMS bisa main. Itulah luar biasanya beliau itu terhadap
Medan ini. Dicarikan jalan pemain
PSMS agar bisa main, walaupun dengan nama lain. Karena kalo membawa nama PSMS, panitia tidak mengizinkan,” kata Suharto yang juga berprofesi sebagai TNI.
“Makanya, disini perlu pengertian kita orang bola yang cinta dan bangga akan
PSMS Medan. Seandainya tidak ikut, mau ujicoba kemana
PSMS ini? Kita disini-sini aja, siapa lawannya? Orangpun bosan. Nah, di Piala Sudirman ini, menjadi barometer dan kesempatan kita uji coba dengan tim yang secara kualitas selevel," pungkasnya.