Gagal Terbang ke Surabaya, PSMS LPI tak Berharap WO

Gagal Terbang ke Surabaya, PSMS LPI tak Berharap WO

Jul 12, 2012 - 10:50
 0
Gagal Terbang ke Surabaya, PSMS LPI tak Berharap WO
Pemain PSMS Medan usai mencetak gol ke gawang Persiraja Banda Aceh beberapa waktu lalu di Stadion Teladan<br>
Kejadian memalukan tak kebagian tiket pesawat menuju Kota Surabaya didapatkan PSMS Medan Liga Primer Indonesia (LPI). Hampir sama dengan nasib PSMS Medan yang berlaga di Indonesia Super League (ISL), ketika tandang ke Persiram Raja Empat lalu. Hanya saja tim yang ditangani Suharto ini salah membeli tujuan tiket. Akibatnya tim ini menyerah tanpa bertanding dengan Walk Out dan sesuai aturan kalah dengan skor 3-0.

Rombongan PSMS LPI sendiri mengaku sudah berusaha mencoba aksi nekad dengan go show ke Bandara Polonia. Skuad Fabio Lopez ini mengaku sudah berada di bandara sejak pukul 04.30 WIB pagi. Namun hingga jam 7 pagi tak juga mendapatkan  tiket, akhirnya rombongan ini kembali pulang. “Sejak jam 4.30 pagi, tim sudah berada di airport, menunggu. Namun hingga jam 7 pagi, orang yang mengurusi tiket mengatakan, tetap tidak ada tiket. Setelah itu, kami menelepon pihak manajemen PSMS (Freddy Hutabarat) menjelaskan keadaan sebenarnya. Dan manajemen akhirnya meminta kami pulang karena tiket tetap tidak ada," kata Fabio Lopez pelatih PSMS Medan.

Sementara itu Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan, Freddy Hutabarat, membenarkan, batalnya keberangkatan PSMS ke Surabaya terjadi lantaran tidak mendapatkan tiket. "Sebenarnya, gambaran ketiadaan tiket sudah terlihat jelang keberangkatan PSMS. Namun, pihak yang biasa mengurusi tiket keberangkatan PSMS tetap nekat mengurusnya. Itu kenapa, sejak pagi, tim sudah sampai di bandara. Apa lagi, sejak tadi malam (Selasa 10/7), kami dengar infonya, tiketnya sudah ok," ujar Freddy.

Namun, setelah PSMS tiba di Polonia, Freddy menyatakan, tiket juga belum tersedia. "Direncanakan untuk menerbangkan pemain ke Surabaya dengan berapapun tiket yang tersedia di setiap penerbangan. Tapi itu tidak mungkin, karena namanya satu tim, harusnya berangkat semua. Karena kalau keberangkatan pemain dicicil, belum tentu yang lain dapat tiket pesawat," beber Freddy.

Kondisi tersebutlah yang membuat PSMS Medan akhirnya memutuskan kembali pulang. "Sejak seminggu lalu. Kami sudah mempersiapkan keberangkatan ini, tapi begini akhirnya," kilah Freddy. Kegagalan pertandingan tersebut membuat PSMS Medan terancam kalah walk out (WO), karena gagal bertanding. Namun, Freddy mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada pihak PT LPIS, agar laga tersebut dijadwal ulang.

 "Ini terjadi bukan karena faktor kesengajaan. Lagi pula, satu hari sebelumnya, Khaidir (asisten pelatih PSMS) sudah berangkat ke Surabaya untuk mengikuti pertemuan teknis jelang pertandingan. Dan, tim juga sudah berada di bandara untuk berangkat, namun gagal karena tiket tidak ada," tegas Freddy. Dia berharap, PT LPIS bisa lebih bijak menanggapi hal tersebut. "Kami harap, PT LPIS bisa melihat ini sebagai faktor ketidaksengajaan," ungkap Freddy lagi.

Sementara, M Khaidir yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, dirinya tetap mengikuti pertemuan teknis jelang pertandingan yang digelar Rabu (11/7) pagi. "Technical meeting digelar seperti biasa. Yang jelas, Persebaya memang kecewa terkait batalnya pertandingan ini karena merupakan partai kandang terakhir di Stadion Gelora Bung Tomo. Tapi, ini terjadi bukan karena faktor kesengajaan," ungkap Khaidir. (Bolahita)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow