Saat melakukan kunjungan ke Pengcab Persatuan Tenis Lapangan (Pelti) Kota
Medan, DrsH Zulhifzi Lubis selaku Ketua Umum KONI
Medan meminta kepada seluruh pengurus untuk melakukan perubahan serta memperbanyak Pekan Olahraga Sabtu atau Minggu (Parsami).<br><br>Hal ini berguna untuk menciptakan regenerasi atlet Tenis Lapangan masa depan bagi Kota
Medan nantinya. Apalagi atlet di cabang olah raga tersebut tidak banyak yang lolos mengikuti PON XVIII Riau September 2012 mendatang. Beruntung ada satu orang yakni, Habibi Yasin. "Kalaulah hanya Habibi saja yang kita andalkan untuk menghadapi PON Riau nantinya, hal ini sangat bertolak belakang bagi KONI
Medan yang terus melakukan pembinaan khususnya cabor tenis lapangan. Jadi untuk menciptakan atlet berkualitas, maka sudah sepantasnya Pengcab Pelti," kata Zulhifzi Lubis di lapngan tenis Lapngan Kebun Bunga
Medan.<br><br>"Jujur saja, KONI
Medan tak pernah memerintahkan atlet binaannya untuk meraih hadiah yang diperlombakan. Tapi KONI
Medan lebih ingin melihat atlet binaannya mampu mengharumkan nama baik daerah bahkan negara nantinya,"sambungnya. Untuk itulah, Zulhifzi Lubis yang akrap disapa Opunk Ladon meminta kepada pengurus Pengcab Pelti
Medan segera lakukan perobahan pola untuk menemukan metode baru dalam hal menciptakan regenerasi tenis lapangan muda yang berkualitas. <br><br>Ketua Harian Pengcab Pelti
Medan, Sutan Hamas Myda didampingi Taufik Wakil Sekretaris dan Suryadi selaku bendahara mengatakan, atlet tenis lapangan yang masuk dalam program binaan KONI
Medan ada empat yang terdiri dari dua putra dan dua putri yakni, Habibi Yasin, M Yusuf Siahaan, Ayuni Nurul Iman dan Cut Zalika. "Diantara keempat atlet binaan tersebut, satu diantaranya masuk dan merupakan atlet PON yakni, Habibi Yasin,"katanya. (
Bolahita) <br>