Pribahasa bagai pungguk merindukan bulan, sepertinya itulah menghampiri pemain
PSMS Medan saat ini yang menantikan pembayaran soal gaji mereka. Janji manajemen segera membayarkan pada tanggal 16 Juli lalu tak kunjung terealisasi. Pemain malah hanya diberikan pinjaman kepada pemain, dengan kisaran Rp5-10 juta.<br><br>“Sampai sekarang belum ada kejelasan soal kapan gaji kami, apalagi ini sudah memasuki enam bulan. Seharusnya manajemen memberitahukan situasi dan kondisinya kepada pemain,” kata Anton Samba, pemain
PSMS Medan. Tak sekadar cukup memberitahukan saja, gelandang bertahan
PSMS ini meminta manajemen memberikan kepastian berupa deadline pembayaran.<br><br>“Kami meminta kejelasan tapi bukan seperti janji. Tapi sebuah kepastian kapan gaji itu dibayarkan. Ya mungkin seperti istilahnya deadline, sampai kapan kami menunggu,”harapnya.<br><br>Pemain lain seperti Zainal Anwar juga sedang kebingungan memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena tidak mengantongi gaji berbulan-bulan. "Kalau seperti ini tidak juga dilunasi. Bisa-bisa saya jual mobil. Kalau tidak bagaimana lagi. Sementara kami butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ini bulan puasa," bilang gelandang
PSMS ini.<br><br>Bahkan pemain yang sudah dicoret, Arie Priatna telah menyiapkan pengacara untuk menyelesaikan gajinya dengan PSMS. “Saya pakai pengacara, karena tidak ada iktikad baik manajemen untuk memberikan penjelasan kapan dan kenapa seperti ini kepada pemain,” ungkap pemain bernomorpunggung 21 ini.<br><br>Bagaimana dengan manajemen? Pengurus teras
PSMS ini hanya pasrah menunggu kucuran dana dari sponsor dan PT Liga Indonesia. “Saya lagi menunggu perkembangan dari sponsor dan PT Liga Indonesia. Jika memang sudah diberikan, kita pasti segera selesaikan ke pemain,” jawab Idris CEO PSMS. (
Bolahita)<br>