Keseriusan
Sumatera Utara menjadi tuan rumah PON XX/2020 mendatang harus mulai ditunjukkan dari sekarang. Ketua Umum KONI
Sumut Gus Irawan Pasaribu pun mengharapkan pembangunan sarana dan prasarana olahraga kiranya sudah lakukan ditahun ini.<br><br>"Kami KONI
Sumut telah mencanangkan tuan rumah PON XX/2020. Kita sedang berjuang dan 8 tahun menunggu itu bukan waktu yang sangat panjang dan juga waktu yang cukup untuk membina prestasi olahraga," ungkapnya didampingi Ketua Harian John Ismadi Lubis beberapa waktu lalu.<br><br>Gus mengakui jika penunjukkan tuan rumah PON melihat kemampuan dan persiapan daerah menggelar multievent olahraga itu. Hal inilah yang harus dipersiapkan untuk menyakinkan KONI Pusat,
Sumut siap menjadi tuang ruamh PON XX/2020 mendatang.Pembangunan sarana dan prasarana serta persiapan lainnya itu, harus dilakukan sebelum penunjukkan tuan rumah. <br><br>"Kita jangan lupa, penunjukan tuan rumah PON itu ditenderkan. Kita harus siap sarana dan prasarana olahraga. Harap Pemerintah
Sumut ini juga mengalokasikan anggaran untuk membangun sarana dan prasarana olahraga. Biasanya itu, dua tahun sebelum PON berikut itu sudah ditenderkan siapa tuan rumah berikutnya. Berarti 2014 itu sudah ditenderkan untuk tuan rumah PON 2020 selanjutnya," jelasnya.<br><br>Katanya, Jawa Barat yang menjadi tuan rumah PON XIX/2016 mendatang, dua tahun sebelum digelar sudah ditetapkan tuan rumah PON XX/2020. <br><br>"Mulai tahun ini saya kira alokasi anggaran untuk olahraga itu harus lebih besar. Dan itu bahagian dari persiapan, jangan karena PON di Jabar. Dalam konteks olahraga itu bukan waktu yang lama sebagai persiapan. Untuk persiapan, jangan melihat PON yang masih lama," tuturnya.<br><br>Mantan Direktur Utama Bank
Sumut itu pun menyakinkan, bahwa jika sarana dan prasarana olahraga tidak menunjukkan kemajuan, impian kembali menjadi tuan rumah ajang olahraga empat tahunan itu sejak PON III/1953 itu sulit terwujud.
Sumut menjadi tuan rumah PON III/1953 lalu, dan hasilnya berdirinya Stadion Teladan. <br><br>"Kalau 2014 kita tidak punya apa-apa, untuk kita jual dan menyakinkan dari provinsi lain kita tampil siap menjadi tuan rumah. Kalau sarana pun kita tidak punya, bagaimana kita bisa menyakinkan itu," imbuhnya.<br><br>Hal lainnya adalah prestasi para atlet juga menjadi catatan untuk dilakukannya peningkatan prestasi dan kualitas. "Kita punya potensi besar, kalau alokasi anggaran yang lebih besar kita bisa mendapatkan atlet untuk mengembangkan potensi dikembangkan masa depan," katanya.<br><br>Untuk itulah, Gus berharap hal ini mulai dipikirkan mulai sekarang. Persiapan dan keseriusan
Sumut harus ditunjukkan mulai dari sekarang. Tentunya hal ini membutuhkan anggaran yang besar. <br><br>"Harus mulai sarana dan prasarana olahraga. Ini yang harus dipikirkan pemimpin kedepan untuk membangun
Sumut kedepan lebih komperhensif," pungkasnya.(
Bolahita)<br>