Hutang PSMS Ditanggung Manajemen Lama

Hutang PSMS Ditanggung Manajemen Lama

Oct 22, 2012 - 09:11
 0
Hutang PSMS Ditanggung Manajemen Lama
CEO PSMS Medan, Idris saat memaparkan utang PSMS musim lalu.<br>
Debat panas terjadi dalam penyampaian laporan pertanggung jawaban keuangan manajemen PSMS ISL 2011/2012 di sela-sela Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) PSMS, di Hotel Santika Dyandra, Minggu sore (21/10).<br><br>CE0 PSMS ISL, Idris menyampaikan paparan perihal penggunaan anggaran yang terpakai dan masih terutang. Ada sebanyak Rp9.878.121.822 utang PSMS yang harus dibayar. Jumlah ini merupakan akumulasi dari utang pada pihak ketiga Rp1.391.322.122, utang kepada rumah sakit Rp64.954.200, utang hotel Rp71.229.500, utang travel/tiket Rp472.484.900, utang gaji pemain, pelatih, staf Rp7.378.380.300, utang catering Rp233.775.000 dan utang lain-lain Rp265.975.800.<br><br>Idris yang berdiri di podium di hadapan 25 klub dari 40 klub PSMS, menjelaskan selama semusim ada sekira Rp6.430.000.000 penerimaan dari sponsor. Penerimaan dari PT Liga Indonesia sebanyak Rp1.850.000.000, PT Liga Indonesia U-21 (tuan rumah grup D) Rp180 juta dan PT Bakrie Sumatera Plantation Rp4,4 miliar.<br><br>Jumlah penerimaan dari lain-lain senilai Rp2.125.409.418, sehingga total penerimaan Rp8.555.409.418.  Dari pemasukan tersebut, pengeluaran atas biaya yang sudah dikeluarkan senilai Rp8 miliar lebih. Sementara ada Rp9.878.121.822 dana yang terutang atau yang belum dibayar hingga saat ini.<br><br>Jumlah ini jadi perdebatan, lantaran Idris menegaskan ini utang organisasi yang harus juga ditanggulangi oleh pengurus baru yang akan terpilih. "Utang ini tetap dipikul organisasi secara keseluruhan, karena ini bukan pribadi saya. Ini tidak akan dibebankan kepada klub-klub tapi secara organisasi," ujarnya.<br><br>Kalimat ini langsung memantik reaksi klub-klub yang sepakat tidak mau menanggung utang manajemen lama. Idris tampak setengah emosi mengeluarkan pernyataan. "Belum ada satu klub di PSMS membantu klub untuk pendanaan, termasuk tidak ada membantu bola untuk latihan. Sudah enggak mau bantu, yang korban saya pribadi Idris," bebernya.<br><br>Hasballah dari PS Kesawan Putra meminta ketegasan agar utang PSMS jangan dibebankan ke anggota. Dia juga mengungkapkan, jika dibebankan ke pengurus PSMS baru, maka akan jadi rancu. "Yang mau menanggulangi pengurus PSMS yang mana, karena saat ini masih ada dua. Apakah kita mau jadi korban kisruh PSSI lagi," tukasnya.<br><br>Hal yang sama diungkapkan Azzam Nasution dari PS Deli Putra. "Utang tersebut adalah biaya kompetisi PSMS di ISL, maka yang menangung jawabi tetap manajemen PSMS ISL 2011/2012 yang saat itu CEOnya Pak Idris," tegasnya.<br><br>Freddy Hutabarat dari pengurus Medan Putra, yang jug eks CE0 PSMS mengungkapkan bahwa, tidak bisa utang PSMS ISL dibebankan ke klub. "Karena PSMS IPL rugi juga tidak kami bebankan ke klub. Itu urusan kami dengan konsorsium, begitu juga dengan PSMS ISL yang punya kesepakatan dengan konsorsiumnya sendiri, bukan juga menjadi utang organisasi," tuturnya.<br><br>Setelah kesepakatan, yang dipimpinan Doli Siregar, Pimpinan Sidang, dan suara klub, manajemen/pengurus lama tetap harus bertanggung jawab atas utang selama kompetisi 2011/2012.<br><br>Idris yang turun podium tak bisa menyembunyikan kecewanya. Dia mengaku pasrah. "Ya mau bagaimana lagi. Kalau PT Liga mau bantu pembayaran gaji ya alhamdulillah," ujarnya kepada wartawan.<br><br>Ini berarti jika gaji pemain dan ofisial Rp7.378.380.300 akan ditanggung PT Liga, maka Idris secara pribadi harus mencari Rp2 miliar lebih untuk membayar utang-utang lain. (Bolahita)<br>

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow