Idris SE Sekum PSMS : Muslub itu Ilegal

Idris SE Sekum PSMS : Muslub itu Ilegal

Idris SE Sekum PSMS : Muslub itu Ilegal
<br>
Duka degrdaasi, belum gajiannya dua PSMS Medan belum juga hilang, dualisme kepemimpinan ketua umum (ketum) PSMS di struktur susunan kepengurusan bisa terjadi. Meskipun kepengurusan belum berakhir, pendaftaran ketum PSMS dibuka oleh oknum yang dituding bukan bahagian dari pengurus ataupun 40 klub anggota PSMS.

"Para mantan pemain PSMS tak berhak melakukan segala sesuatu yang berthubungan dengan PSMS. Masih ada kepengurusan yang belum habis periodenya," kata Idris yang menjabat Sekretaris Umum PSMS dalam sruktur kepengurusan. "Ya kalau hanya mencari sosok Ketum PSMS ya tidak apa-apa. Tapi kalau sebagai pelaksana Musdalub (maksudnya Muslub, Red), Saya rasa salah. Masih ada 40 klub dan harus menyurati PSMS untuk menggelar Musdalub itu. Sampai sekarang PSMS belum menerima surat dari klub kok," sambungnya.


Jika nantinya Muslub ini berhasil digelar, Idris melihat ada kepentingan semata. "Dulu ketika PSMS dikelola Sihar Sitorus, klub-klub mendapatkan uang pembinaan sekitar Rp10juta. Kemana uang itu? Saya saja sebagai ketum klub Pos Sindo tidak ada menerima uang itu. Jadi ada kepentingan pribadi semata yang dilakukan oknum di mantan PSMS," ujar Idris.

Sebagai Sekum PSMS, Idris menghimbau kepada 40 klub, supaya tidak menghadiri undangan yang dianggap ilegal tersebut. "Saya tidak percaya ada 30 klub anggota PSMS yang memberikan dukungan. Itu Saya anggap bohong. Pos Sindo saja tidak setuju kok," tegasnya.

Jika mau menggelar Muslub, 40 klub tersebut harus menyurati PSMS dan ditandatangani ketum dan sekum klub tersebut. (Bolahita)