MEDAN, BOLAHITA.com - Hari ketiga proses seleksi pemain PSMS terlihat sedikit berbeda. Pada seleksi tersebut pelatih PSMS, Suharto AD tidak menerapkan sesion game. Ia ingin melihat inteligensi para pemain di lapangan Kodam I/BB, Kamis, (25/6).
Pelatih
PSMS Medan, Suharto AD mengatakan pada seleksi hari kedua para pemain tidak menggelar seleksi game lantaran ingin melihat inteligensi pemain. Suharto mengatakan inteligensi pemain masih belum maksimal.
"Rata-rata masih 60 persen lah kalau saya lihat. Ya mungkin karena puasa juga jadi belum 100 persen konsentrasi. Jadi apa yang kita inginkan belum sepenuhnya maksimal," ujarnya selesai latiha.
Ia mengatakan nantinya hasil dari proses permainan inteligensi pemain, bakal ia terapkan esok harinya. Pelatih berkepala plontos itu ingin melihat seberapa besar yang sudah didapat oleh pemain dari hasil pelajaran tersebut.
"Besok kita terapkan dari apa yang kita pelajari hari ini. Jadi kita besok game dan melihat bagaimana mereka bisa menangkap apa yang sudah saya ajarkan hari ini," katanya.
Dari hari ketiga seleksi terlihat satu pemain baru mengikuti seleksi yakni Septia Hadi. Namun satu pemain, gelandang sayap M Zulfikar belum terlihat hadir mengikuti latihan. Suharto mengatakan nantinya pemain yang mungkin belum disiplin kemungkinan bisa saja dicoret olehnya.
"Iya satu pemain kita hari ini tambah si Septia Hadi dari Semen Padang. Tapi satu pemain si Mursal belum datang. Ya kalau belum ada kabar juga samoai sekarang kita bisa saja coret dia. Karena saya bukan cari yang pintar tapi yang disiplin saja," katanya.
Proses seleksi nantinya akan berlangsung selama sepekan. Senin depan seluruh pemain yang mengikuti akan diumumkan setelah proses seleksi berakhir