Kemenpora Beri Penjelasan Soal Batalnya Vaksin Covid-19 Untuk Atlet

Kemenpora Beri Penjelasan Soal Batalnya Vaksin Covid-19 Untuk Atlet

Kemenpora Beri Penjelasan Soal Batalnya Vaksin Covid-19 Untuk Atlet
Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto
JAKARTA - Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto memberi penjelasan mengenai batalnya rencana memberi vaksin kepada atlet Indonesia.

Gatot memberi penjelasan usai menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan perwakilan dari tiga cabang olahraga, bulutangkis, sepakbola dan basket.

Kementerian Kesehatan memberi penegasan mengenai kesiapan mereka untuk memberi vaksin COVID-19 kepada para atlet.

Ternyata dibutuhkan satu tahap lagi yang dipersiapkan oleh para cabang olahraga. Salah satunya memastikan ada atletnya yang pernah dinyatakan positif COVID-19.

Alasannya, para penyintas COVID-19 tidak masuk dalam daftar prioritas dari Kementerian Kesehatan untuk menerima vaksin. Belum lagi ada syarat penerimanya tidak lebih dari usia 60 tahun.

"Kalau penyintas dibelakangkan dulu. Itu pertama. Lalu apakah ada dari yang didaftarkan itu usianya di atas 60 tahun," kata Gatot.

"Makanya nanti perlu dirapatkan lagi secara intes. Harus ada sosialisasi juga di internal cabang olahraga itu sendiri," imbuhnya.

Setelah rapat tersebut, akhirnya Kemenpora meminta kepada cabang olahraga untuk mengundur jadwal pemberian vaksin kepada para atletnya.