Kemungkinan, PSMS Hanya Terima Rp1,8 Miliar Sisa Subsidi
Kemungkinan, PSMS Hanya Terima Rp1,8 Miliar Sisa Subsidi
Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja mmenjelaskan sisa subsisi sejatinya Rp2,5 miliar. Namun, ada beberapa syarat tidak dipenuhi PSMS sehingga kemungkinan dana yang dinanti di bawah jumlah tersebut.
“Subsidi yang Rp2,5 miliar itu untuk pembinaan usia muda U-16 dan U-19. Dan, untuk insfrastruktur juga lisensi klub. Jadi setiap klub bervariasi terimanya,†kata Julius Raja.
“Seperti PSMS, dua hal tersebut tidak ada dan tidak lolos. Jadi kemungkinan dipotong. Kira-kira PSMS dapat Rp1,8 miliar,†ucap Julius Raja.
“Juga nanti rating TV nya (hak siar) juga akan ada. Menurut orang Liga, sponsor mereka yang belum bayar. Tentunya semua akan dibahas du Kongres nanti tanggal 20 Januari ini,†Julius Raja.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) PT LIB Tigor Shalom Boboy membenarkan bahwa pembayaran sisa subsidi Rp 2,5 milar memang ada yang belum terbayarkan seluruhnya. Dia menjanjikan hak klub peserta kompetisi Liga 1 2018 itu pasti akan diberikan.
“Memang masih ada yang kurang, prinsipnya akan dibayarkan, selambat-lambatnya sebelum kompetisi 2019 mulai,†ucapnya, Rabu (2/1/2019) kepada wartawan.
Tigor menjelaskan bahwa pembayaran subsidi untuk youth development tersebut memang akan diselesaikan setelah pihaknya berkonsultasi dengan PSSI.
“Kami akan bicara ke PSSI, karena subsidi itu cair setelah melihat tiga komponen yang penilaiannya itu di PSSI,†ungkapnya.
Komponen itu antara lain lisensi klub, pembinaan usia muda, termasuk di dalamnya itu dari U-16, kemudian U-19 dan U-23. Setelah dinilai keseriusan klub untuk menjalankan kewajiban itu, baru hak mereka akan diberikan.
“Untuk licensing club misalnya, kan tidak semua menjalankan. Seingat saya ada 10 klub, masih ada delapan yang belum,†terang Tigor.
What's Your Reaction?