PSMS Medan Kalah Lagi, Asa Promosi ke Liga 1 Semakin Tenggelam
Sempat tertinggal dua gol, tim berjuluk Ayam Kinantan bangkit di menit-menit akhir dan memaksakan hasil imbang 2-2.
PSMS MEDAN CURI POIN DI MARKAS PERSIKAD, DRAMA GOL MENIT AKHIR WARNAI HASIL IMBANG 2-2
BOLAHITA - Laga sarat emosi tersaji saat PSMS Medan berhasil mencuri satu poin penting dari markas Persikad Depok dalam pertandingan yang digelar di Stadion Pakansari, Minggu (5/4/2026) sore. Sempat tertinggal dua gol, tim berjuluk Ayam Kinantan bangkit di menit-menit akhir dan memaksakan hasil imbang 2-2.
PSMS datang dengan tekanan usai hasil kurang memuaskan dalam tiga laga terakhir. Meski demikian, mereka mampu mengimbangi permainan Persikad yang tampil efektif sejak awal pertandingan.
Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui striker asingnya, Rosalvo. Situasi berubah ketika bek Persikad, Belhadj Kacem, diganjar kartu merah tak lama berselang. Unggul jumlah pemain, PSMS justru kesulitan menembus pertahanan rapat Persikad hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, PSMS belum juga mampu memanfaatkan keunggulan tersebut. Justru Persikad kembali mencetak gol melalui Adriano Castanheira pada menit ke-76, membuat skor menjadi 2-0 meski bermain dengan 10 orang.
PSMS akhirnya mampu bangkit di penghujung laga. Clayton da Silva memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86 dan membuka asa tim tamu.
Puncak drama terjadi di masa injury time. Felippe Cadenazzi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+2, memastikan skor berubah menjadi 2-2. Persikad sempat mencetak gol lagi pada menit ke-90+7, namun dianulir wasit sehingga hasil imbang bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengaku kecewa meski timnya berhasil bangkit dari ketertinggalan.
“Kami sangat kecewa. Bermain dengan 11 lawan 10 seharusnya bisa menang, tapi pemain sudah berusaha maksimal,” ujarnya usai pertandingan.
Ia menilai timnya kesulitan menghadapi pertahanan dalam yang diterapkan Persikad setelah kartu merah.
“Setelah kartu merah, mereka bermain sangat dalam. Kami kesulitan membongkar pertahanan, bahkan sempat lengah dan kebobolan lagi. Tapi setelah menambah pemain depan, Alhamdulillah bisa menyamakan skor,” jelasnya.
Eko juga menyoroti kelemahan tim saat menyerang yang berdampak pada rapuhnya lini pertahanan.
“Saat menyerang kami terlalu terburu-buru dan lupa bertahan. Itu yang membuat kami kebobolan. Secara permainan menyerang sudah bagus, tapi hasilnya belum maksimal,” tambahnya.
PSMS memilih tetap berada di Bogor untuk melakukan evaluasi menjelang laga berikutnya.
“Kami tidak pulang ke Medan. Kami akan evaluasi di sini. Garudayaksa adalah tim papan atas, tapi kami tetap berjuang untuk meraih poin di laga tandang berikutnya,” tegasnya.
Sementara itu, pemain PSMS, Rudiyana, juga mengakui timnya kurang tenang saat unggul jumlah pemain.
“Kami kecewa. Mungkin kami terlalu terburu-buru untuk mencetak gol saat unggul jumlah pemain,” katanya.
Hasil ini menjadi suntikan moral bagi PSMS Medan menjelang laga berat berikutnya menghadapi Garudayaksa FC di stadion yang sama pada Sabtu (11/4/2026) mendatang.
What's Your Reaction?