<div><br></div>PARLIN Siagian justru menilai PSSI (Komdis) sangat lambat menangani kasus suap yang terjadi saat ini. <div><br></div><div>Menurutnya, persoalan suap bukan kali ini saja terjadi. Pundemikian, hingga saat ini tidak ada penyelesaian sehingga terus bisa merajalela.</div><div><br></div><div>"Diantara mereka saja tidak bersinergi, bagaimana mau menyelesaikannya. Dari dulu sejak ada judi pasti ada suap. Komdis jangan hanya duduk menunggu di belakang meja. Mereka harus kerja, jangan yang pemain berkelahi saja diurus," tegas Parlin Siagian.</div><div><br></div><div>Menuntaskan persoalan suap ini, Komdis pasti tak bisa sendirian. Menurutnya, pihak Kepolisian wajib disertakan. Karena wewenang dan kasus yang selama ini ditangani Hinca Panjaitan dkk tidak sama. </div><div><br></div><div>"Antara memukul wasit dengan suap adalah hal yang berbeda. Jadi mereka (PSSI Komdis, Red) harus menyertakan Kepolisian. Saya pikir terbongkarnya kasus suap di Italia terbongkar, Komdis disana kasus bekerjasama dengan Kepolisian. Jadi sampai kiamat pun persoalan ini tidak selesai, kalau Komdis berjalan sendiri," sambungnya. </div><div><br></div><div>Pemain yang dulu dikenal dengan tendangan melengkungnya mengkritisi PSSI, terkait tak bisa hadirnya tim
PSMS Medan ke Jakarta mengikuti sidang.</div><div><br></div><div>"Inilah salah satu keanehan lagi. Ada orang yang mau memberikan keterangan tidak direspon. Kalau persoalan suap ini penting bagi PSSI, mereka harus biayain pemain dan official
PSMS itu," sindir Parlin. (
Bolahita)</div>