BOLAHITA, MEDAN - Posisi Djajang Nurdjaman di kursi pelatih
PSMS Medan sepertinya mulai panas. Belum pernah menang dengan performa buruk di laga kandang melahirkan sejumlah catatan.
Dan pengurus
PSMS Medan ternyata sudah menggelar rapat dan memutuskan beberapa hal yang masih dirahasiakan. "Pertama kita
memang sudah rapat serius dengan Pak Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu. Beliau sangat kecewa dengan kekalahan beruntun
PSMS di laga away," kata Julius Raja sekum
PSMS Medan.
"Sudah ada rambu-rambu yang diberikan Pak Edy Rahmayadi kepada kami dan ini akan kami koordinasikan kepada Djajang Nurdjaman. Apa saja rambu-rambunya, ya tentu ini masih off the reccord," ucap Julius Raja.
"Namun selama rambu-rambu ini tetap bisa dijalankan, coach Djajang ya terus. Kalau tidak, ya kita tunggu sampai putaran kedua. Yang
penting kita solidkan tim ini dengan baik," ujar kata Julius Raja. Apakah itu artinya sinyal pencoretan pelatih bakal terjadi jika PSMS
tak menunjukan perubahan?
Pria yang akrab dipanggil King ini menyerahkan sepenuhnya persoalan pencoretan kepada Edy Rahmayadi. "Kemarin itu dia (Edy Rahmayadi, red) sudah kasih ke kita apa saja rambu-rambunya. Rambu-rambu ini dibuat sebenarnya untuk memproteksi coach djanur," katanya. Misalnya saja soal adanya semacam penasahet teknisnya dan ini diberdayakan.
"Dan rambu - rambu ini besok (Selasa, red) akan kita sampaikan ke coach Djajang. Apakah beliau bisa terima dengan kondisi seperti ini.
Belum tentu juga dia bisa terima. Tapi inilah dia. Jadi coach Djanur itu jangan dilepas sendiri, harus dicover," Julius Raja.