Mix Double Andalan Sumut Di Kejurnas Boling

Mix Double Andalan Sumut Di Kejurnas Boling

Sep 5, 2015 - 14:30
 0
Mix Double Andalan Sumut Di Kejurnas Boling
Kabari olah raga kita
MEDAN. BOLAHITA - Tim Boling Sumatera Utara (Sumut) targetkan lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 saat tampil pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sebagai kualifikasi PON XIX di Bogor, Jawa Barat pada 15 September mendatang. 

Walau begitu, diakuinya target tersebut harus didukung latihan yang keras dari para peboling, mengingat saat ini Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Boling Indonesia (PBI) Sumut, baru memiliki lintasan latihan selama 2 (dua) bulan lalu.
 
Ketua Pengprov PBI Sumut, Singgih Goenawan menyatakan, pada kejurnas tahun ini, pihaknya mengusung target lolos ke PON. “Kita rencana berangkat ke kejurnas 15 September. Persiapan kini semaksimal mungkinlah. Abis lintasan sarana yang di Yuki baru selesai 2 (dua) bulan yang lalu. Atlet Medan yang latihan di Jakarta, baru mulai latihan intensif di Medan dua bulan yang lalu dengan intensitas latihan 3 minggu sekali,” kata Singgih di Kantor KONI Sumut baru-baru ini.
 
Pada kejurnas nanti, Sumut akan berkekuatan 3 atlet putri dan 6 putra. Mereka akan bermain di nomor singgle, ganda, trio, all even, Mix double dan master putra putri , dengan memperebutkan 5 medali emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Namun, dengan tambahan satu nomor pertandingan mix double, maka Pra PON memperebutkan 11 medali. Selain itu, Sumut diperkuat atlet putri nasional yakni Aldila Indryati (PPI Sumut), Fioni Faradillah dan Naflah Fakhira Maulida. Sementara atlet putra, Imam Wiguna (PPI Sumut), Jefry Ng, Edi Permana, Herman, Edi, dan Deny.
 
Pada PON 2012 lalu, Boling Sumut meraih 1 medali perak dan 3 perunggu. Ia optimis pada kejurnas ini, Sumut dapat meloloskan seluruh atletnya ke PON.
 
“ Jujur saja saya akui ganda putri kita tidak kuat. Namun, Imam dan Indryati menjadi konsentrasi ganda campuran kita di Kejurnas nanti, karena dulu mereka pernah saya pasang di kejurnas mereka dapat perak. Mudah-mudahan mereka dapat emas nanti, “ yakinnya.
 
Namun, pada kejurnas kali ini ia mengirimkan 200 persen atletnya, sesuai kuota maksimal yang diberikan oleh PB PBI. Selain menerjunkan atlet senior, pada kejurnas  tahun 2015, pihaknya memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk ikut. Hal itu dilakukannya agar mereka nantinya menjadi cikal bakal pemain Sumut di PON XX/2020 mendatang.
 
“PB PBI mengatakan seleksi PON harus melalui kejurnas kualifikasi PON. Jadi nanti atlet-atlet yang ikut Pra PON otomatis boleh main di PON, begitu juga sebaliknya. Hal itu berlaku bagi seluruh pemain, termasuk atlet nasional,” tegasnya.
 
Diakuinya, kondisi lintasan sekarang ini yang ada di Yuki Plaza memang jauh berbeda dengan kondisi venew pertandingan di kejurnas. Namun ia menegaskan, hal itu tidak menjadi patokan timnya gagal melampaui nilai tertinggi di kejurnas karena masalah lintasan yang kurang standar.
 
Ajang kejurnas yang merupakan kualifikasi PON 2016 ini, nantinya diikuti 16 Provinsi se Indonesia. Sedangkan yang berhak lolos ke PON, diambil sejumlah 14 provinsi, sehingga otomatis 2 provinsi akan terdegradasi untuk masing-masing nomor putra dan Putri.
 
Ditanya mengenai saingan terberat di kejurnas, Provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur diakui sangat tangguh karena diperkuat sejumlah peboling nasional yang memiliki segudang pengalaman di even nasional bahkan internasional.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow