Nasib PSMS Ditentukan Empat Laga Home

Nasib PSMS Ditentukan Empat Laga Home

Nasib PSMS Ditentukan Empat Laga Home
Degradasi atau tidak, nasib PSMS ditentukan dalam empat laga home terakhirnya di Stadion Teladan
Masih mencetak tiga gol dan kebobolan  tujuh gol, pantas menjadikan PSMS Medan berada di dasar klasemen sementara grup I. Kini tim berjuluk Ayam Kinantan ini menggantung harapan, akan sukses meraih poin maksimal dalam empat laga sisa di Stadion Teladan.

"Posisi kami saat ini masih berada di dasar klasemen dan ini tidak nyaman. Tapi masih ada peluang keluar dari zona merah itu. Caranya kita bisa memaksimalkan empat sisa laga kandang di Stadion Teladan nanti. Jangan sampai kalah," ujar Legirin pelatih PSMS. Namun merealisasikan itu memang bukan pekerjaan tak mudah. Apalagi dari raport tim soal mencetak gol, PSMS tak punya striker mumpuni.

Produktivitas gol PSMS sungguh jauh dengan kontestan lain. Seperti Pro Duta (16 gol), PS Kwarta (12 gol) dan Bintang Jaya sembilan gol. Padahal setelah mencoret Nico Malau dan mendatangkan striker baru Fajar Fitri, tetap saja belum mendatangkan harapan. Hingga pertandingan terakhir melawan Bintang Jaya belum bisa mencetak gol.

Justru pemain lama, Ronal Sinaga yang sudah memberikan 2 gol untuk PSMS.  "Memang ini menjadi problem penting buat. Produktivitas gol masih jauh dari yang diharapkan. Saya pikir para striker kurang greget di kotak 16," ujar Legirin. Makanya dalam beberapa hari latihan sebelum diliburkan kemarin, Legirin meningkatkan variasi gerakan kepada para striker.

Laga sisa PSMS:
vs PSPS Pekanbaru
vs PS Kwarta
vs PSAP Sigli
vs Persiraja Banda Aceh