BOLAHITA, BANTUL - Ujian tak mudah tengah dijalani kontestan GO-JEK Liga 1 2018, PS Tira. Ini karena persiapan tim dengan julukan The Young Warriors ini jelang laga pekan ke-14 melawan Sriwijaya FC pada Jumat 6 Juli 2018 mendatang dilalui tanpa sosok pelatih kepala.
Sebagaimana diketahui bahwa usai mengistirahatkan pelatih Rudy Eka Priyambada, hingga saat ini PS Tira masih belum memiliki sosok pelatih kepala. Dua laga PS Tira tanpa pelatih kepala dilalui saat harus meladeni Barito Putera dan Persija Jakarta. Sempat mencuri perhatian usai menang 1-0 dari Barito Putera, Manahati Lestusen dkk justru harus menanggung malu lantaran dibantai 0-5 oleh Persija Jakarta.
Pada dua laga ini, PS Tira dipimpin oleh pelatih sementara yakni Miftahudin Mukson. Namun masalah kemudian muncul saat Miftahudin harus menjalani kepentingan bangsa karena harus mengawal timnas U-19 di arena Piala AFF 2018 sebagai asisten pelatih dari Indra Sjafri.
Bahkan makin padat saat Miftahudin saat ini tengah menjalani kursus pelatih lisensi A AFC di Yogyakarta. Akhirnya sejak latihan perdana usai libur Lebaran, PS Tira hanya dipimpin oleh asisten pelatih Gaselly Jun Panam.
"Kami memang terkendala belum adanya pelatih kepala khususnya saat persiapan jelang laga lawan Sriwijaya FC. Namun kami akan sudah sepakat dengan pemain untuk berjuang membuktikan bahwa kami bisa," kata Gaselly Jun Panam, Selasa 3 Juli 2018. Dikatakannya, untuk laga tandang lawan SFC nanti, PS Tira sudah mengasah diri di semua lini tim.
Dengan nilai 16 yang dimiliki saat ini, PS Tira ada diperingkat ke-13. Salah satu yang mesti menjadi perhatian utama PS Tira pada lanjutan kompetisi kasta tertinggi musim 2018 ini adalah pada lini pertahanan.
Saat ini PS Tira masih mencatat sebagai tim yang paling banyak kebobolan yakni 28 gol. Jika tak segera dibenahi, tentunya ini sangat berpotensi mendatangkan bencana bagi tim yang musim ini berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul ini.