PS Bangka berhasil mempermalukan
PSMS Medan yang tampil dihadapan pendukungnya di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam Deliserdang tadi sore.
Tim tamu berhasil menang telak dengan skor 0-4. Gol dicetak oleh Martial menit ke- 20 dan tigal gol oleh Yanuaris menit ke-27,45" dan 60".
Hasil positif ini membuat PS Bangka pulang dengan kepala tegak. Kondisi dan situasi
PSMS berhasil dimanfaatkan. Sebaliknya, M Affan dkk gagal mengulangi pesta kemenangan.
"Dari awal Kami memang optimis di tiap pertandingan, termasuk melawan PSMS. Saya sangat bersyukur di pertandingan hari ini, pemain tampil disiplin," kata Lapril AS pelatih PS Bangka.
Melihat performa pemainnya selama 90 menit, Lapril mengaku pantas mendapatkan kemenangan. Berhasil menguasai permainan dan tak terpancing emosi menjadi kunci penting menuju kemenangan.
"Kemenangan ini cukup pantas kami raih. Kami bermain sesuai karakter dan tak terpancing dengan rap-rap
Medan tadi," beber Lapril AS.
Bagi PSMS, kekalahan ini sangat disesali. Terlebih beberapa hari sebelumnya kondisi yang tak menyenangkan sedang dialami.
"Kami sudah berjuang di pertandingan ini dan memang lawan jelas lebih siap dari kita," jawab Suimin usai pertandingan. Kekalahan pertama ini membuat sosok Suimin meminta maaf kepada Smeck dan pendukung PSMS.
"Saya minta maaf kepada mereka semua, hasil pertandingan hari ini sudah maksimal," tambahnya.
Kekecewaan memang pantas diajukan pendukung Ayam Kinantan. Pasalnya selama pertandingan tadi sore, justru PS Bangka yang menekan.
PSMS gagal mempertahankan performa terbaik saat mengalahkan PS Bengkulu.
Di sepanjang babak pertama tak ada permainan satu dua sentuhan yang diperagakan antara M Affan Lubis, Safrial Irfandi, Riko Simanjuntak dan Alamsyah Nasution.
Kurang gregetnya
PSMS di segala lini membuahkan peluang bagi lawan. Termasuk penjaga gawang, Herman Batak yang beberapa kali melakukan blunder. Akibatnya menutup di babak pertama, PS Bangka mencetak tiga gol.
Di babak kedua,
PSMS mencoba memperbaiki lini tengah dengan dengan menarik Alamsyah Nasution dan memasukan Aidun Sastra Utama. Harapan ini tak berjalan maksimal.
Kekompakan lini per lini PS Bangka menjadi tembok yang sulit dilalui. Meskipun lebih baik menjaga pergerakan striker lawan, tetap saja satu gol dihasilkan Bangka. (
Bolahita)