BOLAHITA, MEDAN - PSMS Medan tak memungkiri apa yang baru mereka lakukan dengan mengikat kontrak 18 pemain, plus empat pelatih tanpa kejelasank kompetisi adalah 'perjudian' besar.
Disatu sisi,
PSMS tak mau kehilangan pemain, disisi lain, pemain juga menuntut kejelasan. Namun,
PSMS tak bisa juga melupakan, bahwa kondisi ini belum disertai adanya kepastian Liga 2 kapan digulirkan.
Ya,
PSMS pun tetap akan mengambil resiko mengalami kerugian jika kompetisi kembali urung digelar.
"Iya. Karena sampai saat ini kami belum tahu jadwal kompetisi. Tapi kami sudah berani mengikat kontrak. Itu kan gambling namanya," kata Mulyadi Simatupang.
Pundemikian, Mulyadi Simatupang menjelaskan bahwa kebijakan mengontrak pemain ini sudah dipikirkan matang-matang.
PSMS harus mengambil langkah cepat mengikat sejumlah pemain, namun menurutnya manajemen sudah mengantisipasi agar tidak terlalu merugi jika nantinya dalam kondisi terburuk liga kembali terkendala izin.
Dan menyiasati kondisi di tengah pandemi saat ini , Mulyadi Simatpang mengatakan manajemen menetapkan klausul kontrak yang menguntungkan bagi kedua belah pihak baik pemain ataupun klub.
"Tentu kontrak yang kami ajukan tidaklah seperti tahun lalu. Dan juga skuat tidak langsung skuat dirampungkan masih beberapa. Paling tidak ini bisa sampai keluar jadwal liga nanti," kata Mulyadi Simatupang.
Selain itu kebijakan ini juga dibuat agar
PSMS bisa mulai fokus dalam menggelar latihan dengan pemain yang sudah masuk dalam skuat tim.