Rabu, Nasib PSMS Diputuskan Komdis

Rabu, Nasib PSMS Diputuskan Komdis

Rabu, Nasib PSMS Diputuskan Komdis
Hinca Panjaitan dan wakil PSMS usai pertemuan di Hotel JW Mariot
BOLAHITA.COM - Meskipun sudah mendengar langsung keterangan dari pelatih, pemain dan official PSMS, Komisi Disiplin (Komdis) belum bisa menjatuhkan sanksi.<div><br></div><div>Soalnya dalam pertemuan tadi siang di Hotel JW Mariot Medan, Komdis memang mengagendakan mendengarkan pembelaan dari PSMS. Nasib tim kebanggaan asal Kota Medan ini, terkait kasus percobaan pengaturan skor dan gagal berangkat ke Bengkulu lalu, tetap akan diputuskan Rabu (21/8) mendatang. </div><div><br></div><div>Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Komdis, Hinca Panjaitan usai melakukan pertemuan dengan perwakilan PSMS. Pertemuan yang berlangsung sekitar hampir dua jam dihadiri oleh Suharto AD (pelatih), Fityan Hamdy (sekretaris tim), Abdi (media officer) dan Alamsyah Nasution. </div><div><br></div><div>"Sidang ini hanya memberikan hak atau kesempatan langsung kepada mereka (PSMS, Red) memberikan keterangan. Kita sudah dengarkan dan merekam semua yang mereka sampaikan. Nah semua data dari sini akan kita bawa dalam sidang Komdis Rabu nanti, baru diumukan hasilnya," kata Hinca Panjaitan kepada wartawan. </div><div><br></div><div>Komdis juga mengucapkan terimakasih kepada pelatih, manajemen dan pemain yang antusias dengan sidang ini.</div><div><br></div><div>"Kami tak panggil semua pemain, karena surat kronologis yang dikirimkan kemarin sudah cukup jelas dan lengkap. Kami hanya mau mendengarkan langsung dari setiap perwakilan. Terimakasih kepada manajemen PSMS yang merespon sidang ini. Saya berharap PSMS kedepannya juga bisa eksis kembali," bilang Hinca. </div><div><br></div><div>Sementara itu Suharto AD mengatakan dirinya hanya ditanyakan seputar kasus percobaan pengaturan skor dan gagal berangkat ke Bengkulu. </div><div><br></div><div>"Sesuai dengan isi surat itu, kami hanya ditanyai seputar itu. Kami jawab semuanya dengan jujur dan berharap Komdis mengerti juga dengan situasi yang kami hadapi disini," bilangnya usai pertemuan. </div><div><br></div><div>Usaha untuk mempertanyakan gaji juga dilakukannya. Namun karena bukan menjadi tufoksi Komdis, hal tersebut diurungkannya.(jef)</div>