Curhat Pelatih Malaysia Usai Tersingkir Gara-Gara Imbang Lawan Timnas Indonesia U-23

Pelatih Timnas Malaysia U-23, Nafuzi Zain, mencurahkan kekecewaannya usai timnya dipastikan tersingkir dari Piala AFF U-23 2025.

Jul 22, 2025 - 09:33
Jul 22, 2025 - 09:33
 0
Curhat Pelatih Malaysia Usai Tersingkir Gara-Gara Imbang Lawan Timnas Indonesia U-23
Timnas Indonesia U-23 vs Timnas Malaysia U-23.

BOLAHITA - Pelatih Timnas Malaysia U-23, Nafuzi Zain, mencurahkan kekecewaannya usai timnya dipastikan tersingkir dari Piala AFF U-23 2025.

Kepastian itu didapat setelah Harimau Malaya Muda hanya bermain imbang tanpa gol melawan Timnas Indonesia U-23 pada laga terakhir Grup A yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (21/7/2025).

Hasil imbang tersebut membuat Malaysia U-23 menutup fase grup di posisi ketiga dengan total empat poin. Sayangnya, dengan hanya juara grup dan satu runner-up terbaik yang berhak lolos ke semifinal, hasil itu tak cukup bagi Malaysia U-23 untuk melaju ke babak berikutnya.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Nafuzi mengaku kecewa karena gagal mengantar timnya ke empat besar. Namun, pelatih berusia 46 tahun itu tetap memberi apresiasi atas performa anak asuhnya yang dinilai terus menunjukkan perkembangan selama turnamen.

“Saya kecewa karena tidak berhasil lolos ke semifinal. Tapi saya puas dengan semangat dan perkembangan yang ditunjukkan tim ini dari satu laga ke laga lainnya. Ini adalah skuad muda yang baru dibentuk,” ucap Nafuzi dalam konferensi pers usai pertandingan, dikutip Selasa (22/7/2025).


Ia juga memuji mentalitas timnya saat menghadapi tekanan besar dari puluhan ribu suporter Indonesia yang memadati SUGBK. Menurutnya, para pemain seperti Fergus Tierney dan kolega menunjukkan semangat tinggi serta ketenangan menghadapi atmosfer pertandingan.

“Pemain saya tampil penuh semangat, bahkan ketika menghadapi Indonesia sebagai tuan rumah dengan dukungan luar biasa dari para penonton. Mereka tetap tenang, mampu menjaga emosi, dan bermain dengan percaya diri,” lanjutnya.

Mantan pelatih Terengganu FC itu menilai Indonesia U-23 merupakan lawan yang tangguh. Meski demikian, ia mengaku puas dengan penerapan taktik yang dijalankan timnya dalam pertandingan tersebut.

“Sejak awal pertandingan, kami mampu memberikan perlawanan dan menekan peluang Indonesia untuk mencetak gol. Ada sekitar satu atau dua peluang yang bisa jadi gol, selebihnya hanya dari situasi bola mati,” jelas Nafuzi.

“Di awal laga kami sedikit menyesuaikan formasi untuk lebih bertahan, namun kemudian kami mulai menekan dan menciptakan beberapa peluang. Meski tak berbuah gol, saya tetap bangga dengan perjuangan tim,” tutupnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow