Sanda Sumut Targetkan Empat Emas di PON Jabar

Sanda Sumut Targetkan Empat Emas di PON Jabar

Jan 21, 2016 - 13:18
 0
Sanda Sumut Targetkan Empat Emas di PON Jabar
Pelatih Sanda Sumut, Ricardo Zendrato 
MEDAN, BOLAHITA - Tim Sanda Sumatera Utara targetkan medali emas di pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. Jika sebelumnya pada Pra PON 2015 tim Wushu Sumut melalui nomor Sanda berhasil meraih 3 emas, 1 perak dan 4 perunggu, maka di PON 2016 pelatih Sanda menargetkan 4 medali emas.

“Kalo di pra PON kita dapat 3 emas. Mudah-mudahan jangan turun dari kemarin dan kalo bisa 4 emas, kenapa tidak?” ucap pelatih Sanda Sumut Ricardo Zendrato, Senin (18/1/2016) di Yayasan Kusuma Wushu Indonesia, Jalan Plaju Medan.

Pada PON 2016, tim Sanda Sumut masih mengandalkan sejumlah atletnya untuk meraih medali emas. Nama beken seperti Junita Malau, Mei Yulia Ningsih, dan Hendrik Tarigan diproyeksikan kembali menorehkan medali emas. Namun, ia menilai jika persaingan di cabor Wushu khususnya nomor sanda sudah merata. Sebut saja, DKI Jakarta, Jateng, bahkan Jambi dan Kaltim dianggap sangat serius menatap PON 2016.

“Persaingan di PON akan berbeda auranya seperti di Pra PON lalu. Karena masing-masing daerah telah persiapkan atletnya jauh-jauh hari juga. Bahkan mereka juga sudah mendatangkan pelatih dari Tiongkok. Jadi, saya nilai persaingannya semakin keras. Tapi, mudah-mudahan semaksimal mungkin persiapan ini kita mamfaatkan dengan waktu yang ada," jelasnya.

Selama pelatda berjalan ini, pelatih fokus pada materi latihan gerakan dasar. Latihan sendiri rutin digelar setiap hari, yakni pagi dan sore hari. Sedangkan rest hanya di hari minggu. Apalagi, evaluasi usai di pra PON lalu, menjadi perhatian lebih bagi tim pelatih. Ia menilai mereka butuh latihan dan jam terbang lebih.

“Kita masih fokus perbaharui gerakan dasar mereka, seperti pukulan, tendangan dan gerakan bantingan. Kita lakukan itu selama 4 jam dalam sehari. Jika sebelumnya di Pra PON mereka tidak mampu mengerahkan seluruh kemampuan teknik bermainnya, mudah-mudahan mereka dapat melakukannya di PON,” ucapnya. 

Selain itu faktor mental sangat penting untuk menaikkan psikologis atlet agar tetap fokus dan rileks. Karena itu selama latihan berjalan, pelatih terus memotivasi atletnya untuk tetap fokus dan tenang, serta menganggap setiap pertandingan seperti latihan biasa.

Sementara itu, salah satu atlet Sanda, Dasmantua Simbolon yang turun di kelas (52 kg) putera, mengatakan saat ini masih fokus perbaikan dan pendalaman teknik awal, mulai dari pukulan, tendangan, bantingan hingga pitingan kaki. Sembari fokus pada peningkatan fisik dan stamina.
“ Kita mulai pelatda sebenarnya sudah sejak awal tahun lalu. Kita juga sudah mengikuti try out ke Tiongkok.  Jadi, selama ini kita tidak ada kendala latihan, karena kebutuhan sudah dipenuhi semuanya oleh pengprov WI Sumut.

Pada Pra PON 2015, ia hanya mampu meraih medali perak melalui kelas 52 kg. Meski gagal menyumbangkan medali emas, namun ia cukup puas dengan hasil tersebut. Mengingat ia hanya targetkan lolos ke PON. Selain itu, dirinya masih baru turun di kelas 52 kg, karena sebelumnya ia bertanding di nomor 48 kg.

“Pada laga final Pra PON, saya kalah atas atlet Jatim. Memang itu nomor andalan dia. Tapi, di PON nanti saya coba balas kekalahan lalu. Tampil maksimal lah untuk membawa nama harum Sumut,” yakinnya.

Namun, saat ini atlet asal Kabupaten Tanah Karo ini masih dalam proses pemulihan usai menjalani operasi pemasangan pen, akibat putusnya tulang ligamen pada lutut kanannya. karena itu, ia dintruksikan tim dokter tetap menjalani latihan dengan intensitas ringan sembari pemulihan pasca menjalani operasi.

Pada PON 2016 nanti, tim sanda Sumut berkekuatan 9 atlet, masing-masing 5 putera dan 4 puteri. Mereka adalah Franstitus Hamdani, Dasmantua Simbolon, Adi R Manurung, Sony Rizaldi, Hendrik Tarigan. Kemudian Junita Malau, Rosalina Simanjuntak, Mei Yulia Nengsih, dan Elika Br Tarigan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow