MEDAN, BOLAHITA - Pasca pulang dari Kabupaten Dairi, Sidikalang melawan tim Bintang Remaja FC, pelatih
PSMS Medan, Suharto AD tak menyangka respon masyarakat disana menyaksikan laga eksibisi sangat tinggi. Bermula dari sana, dia yakin bahwa sepak bola Dairi punya kans untuk maju.
Suharto AD sendiri awalnya tak menduga bahwa jumlah penonton sebanyak itu. Namun kesan pertama saat rombongan
PSMS Medan sudah ditunggu diperbatasan antara Kabupaten Karo dengan Dairi sudah menunjukan bukti luar biasa. Apalagi ketika memasuki kawasan stadion, Suharto langsung memberikan ekspetasi tinggi buat masyarakat Kabupaten Dairi. "Awalnya Saya dan yang lainnya tidak menduga jumlah penonton bisa sebanyak itu. Termasuk para pemain yang langsung antusias melihat ramainya penonton. Saat itu juga kami langsung bersemangat untuk bermain disana," bilang Suharto AD di pemain
PSMS Medan, Jalan Gatot Subroto.
Melihat tingginya animo pecinta sepak bola disana, Suharto mengartikannya ke beberapa poin. Pertama, yaitu soal kebanggaan mereka terhadap
PSMS yang tak kalah dengan masyarakat
Medan. Kedua adalah kerinduan warga Dairi akan aktifnya kembali gairah sepakbola. "Jujur, ini kali pertama Saya dan mungkin pemain lainnya ke Sidikalang Dairi. Tapi melihat membludaknya penonton bisa mengartikan beberapa hal. Salah satunya kerinduan mereka terhadap majunya sepak bola Dairi. Mungkin selama ini stagnan atau hanya begitu-begitu saja," bilang Suharto. Lantas bagaimana mengukur sebuah kemajuan sepak bola suatu daerah?
Menurut Suharto, banyak hal yang bisa menjadi tolak ukur kemajuan sepak bola di suatu daerah. Mulai dari banyaknya sekolah sepak bola (SSB), klub-klub amatir dan jumlah lapangan yang ada. "Namun yang paling penting ada seberapa banyak pemain bola dari satu daerah itu bermain di daerah lain. Misalnya pemain asal Kabuapten Dairi yang memperkuat klub-klub di tempat lain. Semakin banyak maka bisa dikatakan sepak bola Dairi memang maju. Itu contohnya saja," kata Suharto.
"Tidak mudah memajukan sepak bola di satu daerah. Apalagi kalau hanya mengandalkan satu orang yang punya misi besar buat kemajuan Kabupaten Dairi. Harus ada sosok Depriwanto lainnya yang muncul. Bersatu dan bersama-sama menyatukan persepsi tentang cara membangun sepak bola. Kalau tidak seperti itu, maka akan mustahil banyak pemain Dairi yang main di level profesional," sambungnya.
Kata Suharto, Kabupaten Dairi memiliki kans melahirkan klub yang bermain di level profesional. Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari Kota
Medan dan juga memiliki stadion yang tinggal memerlukan sedikit polesan. "Kemarin itu kita pelatih juga sempat bertemu dan berbicara dengan beliau (Depriwanto Sitohang, Red) di Hotel Berristra tempat kita menginap selama di Sidikalang. Kami pikir dia sosok muda yang cerdas, bersemangat membangun sepak bola daerahnya. Punya visi misi bagus buat remaja berbakat di Dairi. Kalau ada yang seperti Depriwanto di Kota
Medan, pasti kami akan langsung mendukungnya," tegas Suharto AD.
Disisi lain, Suharto AD juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Bintang Remaja FC dan seluruh masyarakat Kabupaten Dairi. Selama dua hari berada disana, seluruh punggawa Ayam Kinantan merasakan jamuan yang luar biasa. Dia berharap untuk beberapa waktu kedepan, sepak bola di tanah kopi itu bisa maju. "Momentum bangkitnya sepak bola Dairi sudah dimunculkan Depriwanto dengan menggelar eksibisi Bintang Remaja FC melawan PSMS. Semoga semangat ini mampu tertular ke klub-klub lain yang ada disini. Semoga Dairi berhasil," pungkasnya