Suhendra Hadikuntono : Tak Mudah Membuat Edy Mundur

Suhendra Hadikuntono : Tak Mudah Membuat Edy Mundur

Jan 20, 2019 - 21:36
 0
Suhendra Hadikuntono : Tak Mudah Membuat Edy Mundur
Suhendra yang didaulat sebagai Ketua Komite Perubahan Sepakbola Nasional ( KPSN)

BOLAHITA.ID, MEDAN - Edy Rahmayadi resmi mengundurkan diri dari jabatannya ketua umum PSSI. Lalu, siapa yang menjadi kunci penting keberhasilan tersebut?


Nama Suhendra Hadikuntono pun disebut-sebut sebagai aktornya. Suhendra yang didaulat sebagai Ketua Komite Perubahan Sepakbola Nasional ( KPSN).


Bersama Organisasi yang dibentuk tahun 2018, pria yang ditahun 2012 sebagai Ketua tim pelanggaran HAM Indonesia -Vietnam ini terus menyuarakan perubahan pada sepak bola nasional. Alasannya hanya karena tak ada perubahan sejak Edy Rahmayadi menakhodai PSSI.


Krisis kepemimpinan dalam tubuh PSSI dan pemangku kepentingan lainnya telah berdampak pada merosotnya prestasi sepak bola Indonesia.


“Prestasi tim nasional semakin menurun. Ini yang membuat kami menyuarakan perubahan,” kata Suhendra Hadikuntono yang dikutip dari MedanAktualcom.


Pria yang juga Inisiator berdirinya Badan Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah ini juga mengungkapkan keprihatinannya.


Terhadap sepak bola nasional terjadinya match fixing. Kemudian ditangkapnya exco PSI Johan Lin Eng Berikutnya, giliran anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Dwi Irianto alias Mbah Putih yang digelandang petugas dari Yogyakarta ke Jakarta.


Diikuti Vigit Waluyo yang juga dijadikan tersangka atas dugaan memberikan dana sebesar Rp 115 juta kepada Mbah Putih agar PSMP Mojokerto bisa naik kasta dari liga 2 ke liga 3.


Nurul Safarid, wasit Liga 3 2018 yang ditangkap di Garut,  mantan anggota Komisi Wasit PSSI, Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika yang pernah menjadi wasit futsal dan staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI berinsial ML.


Gerakan dari Satgas Antimafia Bola menjadi spirit Suhendra untuk membuat perubahan. Apalagi sebelum mundur, Edy Rahmayadi bersikukuh bertahan sebagai ketua umum. Namun, Suhendra bersama KPSN tak pernah patah arang.


Mereka pun menggelar diskusi sepakbola bersih mafia pada tanggal 9 Januari 2019. Bak gayung bersambut, klub-klub dan asprov PSSI yang merupakan voters mendukung diskusi tersebut Ada 40 voters yang datang. 


"PSSI menentang, tapi kami tak kendur membahas perubahan di PSSI,” kata pendiri Pujakesuma (putra-putri jawa kelahiran Sumatera, Sulawesi, Maluku.


"Alhamdulliah, Edy Rahmayadi sudah mundur. Dan, asal tahu saja bukan mudah untuk minta mantan Pangkostard itu mundur. Sekarang, tinggal gerakan perubahan di PSSI karena masih banyak orang-orang lama,” pungkas Suhendra. 


What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow