Pertandingan
PSMS Medan versus PSAP Sigli sukses diselenggarakan. Meskipun kepastian pelaksanaan memasuki injury time, akhirnya punggawa Ayam Kinantan memenangkan pertandingan. <div><br></div><div>Hasil baik bagi tim dan tidak bagi panitia pelaksana (panpel, Red) pertandingan. Meskipun total pendapatan tiket mencapai Rp18Juta lebih, Sumardi (sekretaris panpel, Red) yang melanjutkan tugas H. Sariono yang memilih mundur mengaku mengalami kerugian. </div><div><br></div><div>"Total pengeluaran kita Rp23.650.000 Juta, sedangkan pendapatan Rp18.952.000 Juta. Kita masih ada minus," beber Sumardi. </div><div><br></div><div>"Minus ini membuat kita masih ada utang terhadap beberapa pos. Kita masih berusaha mencari usaha untuk membayarkannya," tambahnya.</div><div><br></div><div>Selain minusnya Panpel, dirinya juga mempertanyakan beberapa hal yang dianggap aneh. Pertama soal pengambilan tiket pertandingan
PSMS Medan vs PSAP Sigli sebanyak dua blok. </div><div><br></div><div>"Sampai sekarang tidak ada laporannya. Apakah terjual atau tidak, atau hilang, Saya ndak mengetahui. Tak perlu sekarang Saya beberkan siapa, nanti jika waktunya tepat, akan Saya umumkan," ancam Sumardi. </div><div><br></div><div>Tak hanya itu, oknum yang masih menjadi pengurus di
PSMS juga mengambil uang sebesar Rp200ribu dari hasil penjualan tiket.</div><div><br></div><div>"Saya benar-benar heran, padahal Saya yang bertanggungjawab dalam Panpel. Tapi tetap ada yang mengambil uang itu, tanpa sepengetahuan Saya. Nanti akan Saya beberkan," pungkasnya. (
Bolahita)</div><div><br></div><div>Catatan: </div><div>Pemasukan Tiket : </div><div>- Penjualan Loket Rp7.348.000</div><div>- Tiket Smeck Rp11.604.000</div><div>Total Pendapatan : Rp18.952.000</div>