Sumut Canangkan Indonesia Tuan Rumah Rally Dunia 2022

Sumut Canangkan Indonesia Tuan Rumah Rally Dunia 2022

Aug 2, 2019 - 20:57
 0
Sumut Canangkan Indonesia Tuan Rumah Rally Dunia 2022
Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2019
MEDAN - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki ambisi besar kembali menjadi tuan rumah pelaksana Kejuaraan Reli dunia pada tahun 2022 mendatang.

Hal ini untuk kembali menggairahkan event reli di Indonesia, yang terakhir kali Indonesia pernah dipercaya menjadi tuan rumah World Rally Championship (WRC) tahun 1996 dan 1997 yang dilaksanakan di Sumut.
 
Pencanangan Indonesia menjadi tuan rumah WRC, tentu tidak hanya keinginan semata. Selain pernah menjadi tuan rumah, Indonesia juga memiliki lintasan sirkuit reli yang diakui di dunia, dengan Medan lintasan (track) yang unik sekaligus menantang.

Seperti Di Kalimantan, Sulawesi, hingga di Sumut. Daerah Sumut saja, beberapa jalur yang sangat cocok digunakan sebagai sirkuit reli dengan track menarik serta menantang ada di lintasan di Perkebunan Lonsum Sialang, Kecamatan Sei Rempah, Kabupaten Serdang Bedagai. Jalur ini juga baru saja dijajal sebagai tuan rumah Asian Pasific Rally Cahmpionship (APRC) seri V/2019 pada 26-29 Juli lalu.

Pereli asal Sumut Ijeck mengatakan untuk di Sumut, ada beberapa daerah yang sangat cocok dijadikan jalur lintasan reli berkelas dunia. Termasuk lintasan yang dulunya pernah dijadikan sirkuit WRC tahun 1996 dan 1997 yakni di kawasan Danau Toba, Tebingtinggi, dan Serdang Bedagai.

"Rambung Sialang, Paya Pinang, Good Jerek sekarang jadi Kebun Bistron, Babirong Hulu, Kebun Teh, lanjut Aek Nauli, sampai Parapat. Kemudian Sei Merah, Galang itu lintasan kita dari dahulu. Apalagi dulu finish Spesial Stage (SS) satu ketika kejuaraan dunia itu di Danau Toba,” ucap pria yang juga menjabat Wagubsu ini.

Dikatakan Ijeck, untuk menjadi tuan rumah WRC memang tidak gampang. Selain harus bisa memperjuangkan bidding menjadi tuan rumah melalui Federation Internasional Automobiles (FIA), di satu sisi perlu dukungan pemerintah mulai dari anggaran serta sarana dan prasarana yang baik. Menurut Ijeck, menjadi tuan rumah WRC sangat berdampak baik bagi pemerintah. Selain menambah pendapatan perekonomian masyarakat, ini sekaligus ajang promosi wisata Indonesia yang bisa meningkatkan wisatawan mancanegara datang ke Indonesia.

"Memang untuk kejuaraan internasional, baik ARPC maupun WRC harus ada peran pemerintah lah, kalo tidak berat. Keuntungan buat kita a dalah promosi daerah dan negara kita akan hal wisata. Karena sekarang akses jalan tol sudah gampang, makanya untuk selanjutnya kita pilih lintasan di daerah tebing. Apalagi walikota minta karena banyak hotel - hotel di sana,” ujar Ijeck.

Wacana menjadi tuan rumah WRC juga mendapat dukungan dari sejumlah pereli nasional. Seperti pereli terbaik Indonesia asal Sulawesi Selatan Subhan Aksa. Pereli berusia 32 tahun ini sangat mendukung jika Indonesia kembali mencanangkan sebagai tuan rumah WRC pada tahun 2022, yang terakhir kali dipercaya pada tahun 1996 dan 1997.

"Saya rasa cukup baik ya kalau memang diadakan lagi WRC di sini. Saya juga dapat kabar tadi katanya mau November mau ngadain kejurnas seri III dan IV di Sumut. Mungkin tracknya katanya di Aek Nauli atau Paya Pinang. Kalau Aek Nauli track WRC," beber Subhan.

Hal yang sama dikatakan pereli asal Kalimantan Selatan Rihan Variza yang baru saja tampil sebagai juara Seri ke V APRC 2019. Rihan berharap pencanangan Indonesia melalui Provinsi Sumut menjadi tuan rumah WRC bisa segera terealisasi. "Kita sangat mendukung arahan dari pak gubernur dan wakil gubernur Sumut untuk Indonesia menjadi tuan rumah WRC. Semoga terealisasi," harapnya.

Sebelumnya Federation Internasional Automobiles (FIA) memberi dukungan dan sinyal kuat Indonesia kembali menjadi tuan rumah WRC. Chairman Stewart FIA, Wayne Scott mengatakan, akan mempertimbangkan niatan Sumut mewakili Indonesia menjadi tuan rumah WRC tahun 2022 mendatang. "FIA pastinya akan mempertimbangkan berikutnya bagi Sumut menjadi tuan rumah WRC," ujar Wayne Scott.

Banyaknya dukungan yang diberikan sejumlah pihak mendapat tanggapan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut. Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, saat ini Indonesia dari sisi Sumber Daya Alam dan Manusia di bidaang otomotif sudah sangat mumpuni. Hanya tinggal dukungan dari pemerintah dan sponsorship dalam hal mendorong pendanaan menggelar event tersebut.

“Tantangan tinggal kesiapan kita saja. Kalau SDM kita cukup kok. Infrastruktur cukup tinggal masalah pendanaan, sponsorship itu harus kita kejar,” ujar John yang juga tokoh otomotif sekaligus pengurus IMI Sumut dan pusat.

Jika nantinya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah, segala hal sesuatunya harus dilakukan secepat mungkin. Termasuk pengelola pelaksana tuan rumah dan tim biding harus benar â€" benar dilakukan oleh pihak ketiga yang profesional. Termasuk juga tim promosi agar Sumut bisa dipercaya menjadi tuan rumah yang baik kepada dunia.

“Jadi, tidak bisa lagi organisasi yang buat, tapi harus profesional. Kita harus bikin namanya seperti tim Event Organizer (EO). Pengelolanya gak bisa dibentuk tahun itu juga. Ini harus dibuat segera dan berkepanjangan. Karena kalo EO berkelanjutan, mereka bisa mulai dari sarana dan prasarana, sampai bidingnya. Harus ada biddingnya itu nanti. Jadi, kita nanti tunjukkan sudah dua kali APRC tentu WRC bisa kembai ke Indonesia,” jelas John.

John optimis, wacana provinsi Sumut ingin menjadi tuan rumah WRC pasti mendapat dukungan pemeirntah pusat. Apalagi tahun ini, sebenarnya Sumut ditawarkan menjadi tuan rumah Motocross Grand Prix. Hanya saja, IMI Sumut masih fokus pada rencana tuan rumah WRC.

“Pemerintah pasti mendukung termasuk pemerintah pusat. Kita kan sudah ke Kemenpora juga, Menpora juga mendukung. Sebeanrnya kalau kita mau kemarin, motocross Grand Prix ditawari, saya bilang tunda dulu, kita mau fokus ke WRC. Motocross GP di Indonesia kan ada dua putaran,” kata John.

Menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Menurut John, pemerintah tidak usah khawatir akan pembiayaan yang dikeluarkan untuk mendanai pelaksanaan event ini. Hal itu pasti akan terlunasi dari hasil pendapatan yang diterima masyarakat dan sejumlah pengelola wisata di sekitar wilayah perlombaan.

Terbukti pada WRC 1996 di Sumut, perputaran uang di provinsi tersebut mencapai Rp 55 Miliar dalam waktu satu pekan. Ini berarti, kehadiran WRC berpotensi meningkatkan perekonomian Sumut, meski tidak bisa dirasakan langsung oleh pemerintah.

“Sebenarnya kita selalu bicara tentang pengeluaran, tetapi tidak pernah kita mengkaji pendapatan. Dengan adanya reli di Indonesia misalnya WRC, itu tentu semua tercipta pendapatan â€" pendapatan baru. Kita dulu tahun 1996 mengadakan survei satu minggu kegiatan reli di Sumatera Utara, perputaran uang itu Rp 55 Miliar dengan kurs Rp 2.500. Coba kalo datang di sini pereli dunia seribu sampai lima ribu orang asing kemuduian diliput oleh puluhan media internasional, itu kan promosi. Kalau pemerintah bantu Rp 20 miliar lah, coba yang kembali berapa banyak? Tapi memang tidak langsung ke pemerintah. Seribu kamar kali 10 malam saja sudah hampir 10 miliar. Ke pemerintah 10 persen. Itu masih penginapan,’ ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, APRC merupakan event terbesar yang pernah dilaksanakan di Indonesia sejak terakhir kali pada 2001. Tahun ini pelaksanan APRC lebih bergengsi karena diikuti pereli asal Italia Fabio Frisiero. Menurut Edy, dengan digelarnya event reli berskala Asia ini menjadi awal mula terwujudnya cita - cita Sumut bisa kembali dipercaya oleh FIA menjadi tuan rumah WRC di tahun 2022.

"Kita harapkan tahun 2022 akan ada reli kejuaraan dunia di sini. Kita coba cari medannya ke danau Toba dan akan kita pelajari nanti. Minimal tiga hari event ini bisa kita laksanakan," jelasnya.

Sebelumnya, Sumut sukses menjadi tuan rumah pelaksana Kejurnas rally Indonesia dan APRC 2019 yang menggunakan lintasan di Perkebunan Lonsum Sialang, Kecamatan Sei Rempah, Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan yang berlangsung 26 hingga 29 Juli itu, diikuti 62 pereli nasional dan dimeriahkan pereli Italia Fabio Frisiero.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow