Suporter PSMS Sepakat Tak Nyanyikan Chant Negatif dari Tribun
Suporter PSMS Sepakat Tak Nyanyikan Chant Negatif dari Tribun
"Awalnya chant ini tercipta bagi kami hanya murni spontanitas untuk menjatuhkan mental lawan. Niatnya hanya itu saja, tidak menyinggung agama, warna kulit atau kedaerahan. Misalnya di Stadion Teladan suporter sering nyanyikan kepada tim tamu seperti gak bisa pulang ng bisa pulang. Tapi pada kenyataannya tim lawan pulang kok," ujar Bani Gultom ketua I SMeCK Hooligan.
Chant ini pun muncul bukan dengan nada indah. Namun justru disesuaikan dengan jumlah kata-katanya. "Tidak meniru lagu-lagu yang sedang hits. Mungkin nada itulah yang cocok dengan kalimat lagu chant tersebut," sambungnya.
Bani menjelaskan bahwa chant yang bernada rasis atau ejekan sangat tidak baik dipertahankan. Apalagi justru dalam sepakbola semua suku di Indonesia bisa dipersatukan. "Sebaiknya chant dalam sepakbola tidak menyinggung agama, warna kulit atau suku kedaerahan. Ini sangat negatif bagi sepakbola kita," jelas Bani. Apalagi di dalam stadion, kini sudah banyak anak-anak yang menyaksikan pertandingan klub idolanya. Secara tidak langsung chant bernada provokatif ini akan tertular dan beregenerasi.
"Jadi kami pikir memang dunia suporter di tribun memang seperti itu. Nada-nada yang sedikit keras memang harus terucapkan. Jadi kalau ada anak-anak yang dibawak menonton, tinggal orang tua menjelaskan dengan benar dan bijak. Bahwa di tribun itu tempat suporter fanatik yang melahirkan bahasa keras untuk memotivasi klub kebanggaannya," bilang Bani.
Stadion Teladan bukan tidak pernah menyanyikan chant bernada rasis tim tim tamu saat PSMS Medan berlaga. Namun itu cerita dahulu yang kini mulai ditinggalkan SMeCK Hooligan, Kampak FC dan PSMS Fans Club (PFC). "Menghina tim lawan dengan nyanyian rasis itu sudah kita tinggalkan dan kami lebih memilih berkreatif dengan yell yel payuban kami. Menang kalah atau seri itu sudah menjadi hasil. Toh sekarang marilah sesama suporter meneruskan kampanye FIFA sepakbola tanpa rasis," tambah Epol koordinator Kampak FC.
Sejatinya kehadiran masing - masing suporter itu sebenarnya memberikan dukungan moril kepada tim mereka. "Sudah saatnya kita juga mengedukasikan arti susungguhnya suporter indonesia melalui kreativitas. Bukan menghujat lawan," pungkas Epol.
What's Your Reaction?