Sutiyono resah melihat perkembangan Balap Sepeda di
Sumatera Utara. Tanpa program kerja yang jelas, Sutiyono kecewa Pengprov dan Pengcab ISSI yang tak menjalankan pembinaan dan event. <br><br>“Saya prihatin melihat atlet Balap Sepeda di
Sumut yang tak memiliki wadah mengasah pengalaman. Pengrov dan Pengcap pun minim menggelar event. Kita kalah sama dengan yang di Jawa sana,” kata Sutiyono.<br><br>Hal ini membuat ranking
Sumut menghilang. Padahal menurut Sutiyono dengan adanya event tahunan di
Sumut akan menambah jam terbang dan menjadi bahan evaluasi. “Dari kejuaraan inilah lahir spirit perbaikan dan evaluasi bagi pembalap sepeda kita,” sambungnya.<br><br>Kekesalan sebagai mantan atlet yang punya prestasi bertambah ketika
Sumut juga tak memiliki sarana dan prasarana yang mendukung. Apalagi yang namanya pembinaan yang menjadi ucapan di mulut saja. <br><br>“Lihat saja velodrome Balap Sepeda yang di jalan Pancing. Dari mulai dibangun tahun 1995 sampai sekarang pun tak layak digunakan,” sesal Sutiyono.<br><br>Menurutnya, membangun prestasi Balap Sepeda bisa diulangi kembali. Syaratnya, program dan event yang dari Pengprov dan Pengcab harus sejalan. <br><br>“ Ini saja soal Kejurda yang merupakan hasil raker provinsi saja tidak bisa dilaksanakan sampai sekarang? Apa Pengprov dan Pengcab ISSI hanya terbentuk begitu saja?,” tanyanya.<br><br>Sutiyono merasa kasihan kepada atlet yang benar-benar sudah berprestasi namun tak dibina. Begitu juga dengan atlet yang mau mencoba serius dalam Balap Sepeda. <br><br>“Misalnya atlet kita bernama Selamat Juangga, dia ikut PON. Sekarang ini mau diapakan dia? Saya berbicara sebagai mantan atlet dan bukan pengurus,” tegasnya. <br><br>Sutiyono berharap Kota
Medan Medan memiliki gelaran sepeda sendiri setiap tahunnya. Misalnya dengan adanya Porkot dengan tingkatan selanjutnya. <br><br>“Dari situ akan ada penyaringan atlet. Kalau mau serius ini akan kita persiapkan untuk tahun 2020, kalau memang
sumut tuan rumah PON,” harapnya.<br><br>“Saatnya melakukan reformasi berbasis prestasi untuk atlit balap sepeda, agar tradisi emas PON dari keringat pembalap sepeda
Sumut dapat kembali,” pungkas Sutiyono. (ajp)<br>