Chelsea dalam Penyelidikan Premier League Terkait Transfer Willian dan Samuel Eto'o
Abramovich dipaksa menjual klub setelah Pemerintah Inggris memberlakukan sanksi terkait serangan Rusia di Ukraina. Selama 21 tahun, dari 2003 hingga 2022, Abramovich menjadi pemilik Chelsea dan membantu mengangkat klub ini menjadi salah satu tim besar di Inggris.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Pengusaha kaya asal Rusia, Roman Abramovich, telah melepaskan kepemilikan klub Chelsea setelah diakuisisi oleh Todd Boehly pada tahun 2022.
Eranya sebagai pemilik klub Chelsea telah berakhir, dan banyak fans merindukan masa kejayaan klub tersebut di bawah kepemimpinannya, meskipun saat ini Chelsea sedang mengalami tantangan dalam era baru.
Abramovich dipaksa menjual klub setelah Pemerintah Inggris memberlakukan sanksi terkait serangan Rusia di Ukraina. Selama 21 tahun, dari 2003 hingga 2022, Abramovich menjadi pemilik Chelsea dan membantu mengangkat klub ini menjadi salah satu tim besar di Inggris.
Banyak pemain baru yang direkrut selama kepemimpinan Abramovich, tetapi dua rekrutan pada tahun 2013, Willian dan Samuel Eto'o, menjadi sorotan saat ini karena dugaan pembayaran 'rahasia' yang terkait dengan transfer mereka.
Dilansir oleh The Times, Premier League sedang menyelidiki Chelsea terkait transfer Willian dan Eto'o, dengan dugaan bahwa ada pembayaran 'rahasia' kepada pihak tertentu. Kedua pemain ini dibeli dari klub Rusia, Anzhi Makhachkala, dan ada dugaan bahwa ada pembayaran tambahan yang tidak tercantum dalam biaya transfer resmi.
Willian dibeli oleh Chelsea dari Shakhtar Donetsk pada Januari 2013 seharga 30 juta poundsterling, dan kemudian dijual ke klub London ini dengan jumlah yang sama pada tahun yang sama. Eto'o bergabung dengan Chelsea dengan status transfer gratis setelah kontraknya berakhir.
Kemungkinan besar, baik Willian maupun Eto'o tidak mengetahui adanya pembayaran terpisah ini. Penyelidikan dari Premier League dimulai setelah Chelsea melaporkan potensi masalah keuangan terkait catatan transfer ini pada tahun 2012 dan 2019.
Chelsea telah berusaha transparan dalam menyikapi situasi ini dan melaporkannya kepada semua regulator sepakbola yang berlaku, termasuk Premier League, FA, dan UEFA. Mereka menjelaskan bahwa masalah ini tidak ada hubungannya dengan individu yang saat ini berada di klub, melainkan entitas yang diduga dikendalikan oleh mantan pemilik klub.
Pernyataan Chelsea menyatakan, "Tuduhan ini sudah ada sebelum kepemilikan klub saat ini. Hal ini menyangkut entitas yang diduga dikendalikan oleh mantan pemilik klub dan tidak berhubungan dengan individu mana pun yang saat ini berada di klub."
"Grup kepemilikan Chelsea FC menyelesaikan pembelian klub pada 30 Mei 2022. Selama proses uji tuntas yang menyeluruh sebelum penyelesaian pembelian, grup kepemilikan menyadari potensi pelaporan keuangan yang tidak lengkap mengenai transaksi historis selama kepemilikan klub sebelumnya."
"Segera setelah selesainya pembelian, klub secara proaktif melaporkan sendiri masalah ini ke semua regulator sepak bola yang berlaku."
"Sejalan dengan prinsip inti grup kepemilikan klub, yaitu kepatuhan penuh dan transparansi, klub telah secara proaktif membantu regulator terkait dalam penyelidikan mereka dan akan terus melakukannya."
What's Your Reaction?