Desainer Torang Sitorus Tampilkan Kain Halal di Ajang House of Icon Fashion Week London

Kali ini, ia menampilkan 20 desain kain halal bersama desainer Indonesia lainnya di acara House of Icon Fashion Week London, yang digelar di Kota London, Inggris, pada 14 September 2024.

Oct 3, 2024 - 14:56
Oct 3, 2024 - 14:56
 0
Desainer Torang Sitorus Tampilkan Kain Halal di Ajang House of Icon Fashion Week London
Torang Sitorus dengan busana karyanya saat di Islamic Fashion Festival. (Foto : dok pribadi.)

SUMUT JUARA - Desainer asal Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, Torang Sitorus, kembali memperkenalkan karyanya berupa kain halal di panggung internasional.

Kali ini, ia menampilkan 20 desain kain halal bersama desainer Indonesia lainnya di acara House of Icon Fashion Week London, yang digelar di Kota London, Inggris, pada 14 September 2024.

Setelah sebelumnya tampil di Islamic Fashion Festival di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 5 Agustus 2024, Torang melanjutkan pengenalan kain halal di kancah internasional.

"Ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia Global Halal Fashion," ujar Torang di Medan pada Rabu, 2 Oktober 2024.

Ia menambahkan bahwa setelah lebih dari dua dekade berkarya, ia ingin karyanya membawa manfaat, tidak hanya bagi masyarakat sekitarnya, tetapi juga bagi pelanggannya, dengan menggunakan bahan-bahan yang aman dan bermanfaat.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

"Ini adalah salah satu bentuk komitmen saya terhadap sustainable fashion," ungkapnya.

Selain tampil di Fashion Week London, Torang juga berpartisipasi dalam sebuah talkshow di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London. Di sana, ia berbagi pengalaman dan wawasan mengenai kain halal kepada para istri duta besar yang hadir.

Kain halal yang digunakan dalam desainnya diproduksi melalui proses pewarnaan alami, dan kegiatan ini didukung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Torang Sitorus dikenal karena kecintaannya terhadap kain tradisional ulos. Kecintaan ini bahkan dituangkannya dalam sebuah buku berjudul *Identity in a Piece of Cloth - The Batak Ulos*, yang diterbitkan pada tahun 2021. Buku setebal 376 halaman ini berisi fotografi dari 136 koleksi ulos terbaiknya, disertai penjelasan rinci.

"Buku ini merupakan hasil dari penelitian selama lima tahun, mencakup sejarah ulos, pengalaman pribadi sejak masa kecil, koleksi ulos, hingga hubungan mendalam dengan para pengrajin," jelasnya tentang bukunya.

Meski proses penulisan buku tersebut penuh tantangan, Torang berharap ulos dapat terus dikenal sebagai bagian dari budaya Indonesia yang abadi. Saat ini, karyanya semakin berkembang dengan penggunaan kain halal yang diproduksi dari pewarna alami, sekaligus mendukung inisiatif Indonesia Global Halal Fashion.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow