Bobby Nasution Teken MoU dengan NGO Lingkungan untuk Perkuat Konservasi Hutan Sumut

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah Non-Governmental Organization (NGO) di bidang lingkungan

Oct 28, 2025 - 11:25
Oct 28, 2025 - 11:25
 0
Bobby Nasution Teken MoU dengan NGO Lingkungan untuk Perkuat Konservasi Hutan Sumut
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah Non-Governmental Organization (NGO) di bidang lingkungan

BOLAHITA - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah Non-Governmental Organization (NGO) di bidang lingkungan, Senin (27/10/2025), di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan.

Langkah ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat dalam upaya konservasi hutan serta perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah Sumut.

Tiga NGO yang ikut menandatangani kerja sama tersebut adalah Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa (TaHuKah), Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), dan Yayasan Pelestari Ragam Hayati dan Cipta Fondasi (PRCF) — yang tergabung dalam koalisi NGO Batang Toru.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Dalam sambutannya, Bobby Nasution menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor ini penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

“Berbicara hutan tentu juga berbicara tentang pemanfaatannya. Apa yang dilakukan TaHuKah, YEL, dan PRCF sangat luar biasa, karena mereka melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan,” ujar Bobby.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung target nasional net zero emission 2060, sekaligus membuka peluang agar Sumut dapat mencapainya lebih cepat.

“Sumut bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam pencapaian net zero emission 2060. Bahkan, saya berharap kita bisa mencapainya lebih cepat, pada 2045. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan NGO sangat penting,” tambahnya.


Sementara itu, Direktur TaHuKah, Erwin Alamsyah Siregar, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan skema kompensasi bagi masyarakat yang menjaga hutan di kawasan bernilai konservasi tinggi. Selain itu, program agroforestri yang mereka jalankan turut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

“Kami memberikan kompensasi bagi masyarakat yang berhasil menjaga hutannya. Selain itu, kami juga mengembangkan program agroforestri, hasilnya seperti kopi bahkan sudah diekspor. Semua ini untuk menjaga kelestarian hutan,” ungkap Erwin.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua YEL Kusnadi, Koordinator Landscape PRCF Sabarudin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut Heri Wahyudi Marpaung, Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, serta sejumlah perwakilan OPD terkait.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow