Dispora Sumut Resmi Coret 7 Pelatih PPLP
Dispora Sumut Resmi Coret 7 Pelatih PPLP
Dispora Sumatera Utara memberhentikan pelatih dari empat cabang olahraga. Mereka adalah Sumardi, Supriono, Julio Roberto (sepakbola), Syahrizal (voli putri), Lilik Heriyanto, Nurhasim (atletik), dan Suprapto (pencak silat).
Dispora Sumatera Utara mengambil langkah tegas ini berdasarkan hasil evaluasi dari capain prestasi di semua cabang olahraga pada tahun ini.
Kabid Pembudayaan Olahraga Rusli menjelaskan pemutusan hubungan kerja ketujuh pelatih kepala itu karena berdasarkan aspek pencapaian prestasi tiap-tiap cabor baik untuk event regional maupun nasional. Evaluasi ini sekaligus kebijakan dari pimpinan sebagai bentuk ketidakpuasan atas pencapaian prestasi atlet.
“Memang benar ada tujuh pelatih yang kita berhentikan berdasarkan hasil evaluasi. Evaluasi di rasa perlu ketika ada sejumlah cabor dinilai tidak mampu meningkatkan capain prestasi, bahkan semakin menurun. Kita tidak ingin prestasi atlet semakin menurun,†kata Rusli kepada wartawan saat ditemui di Kantor Dispora Sumut, Jalan Willem Iskandar, Pancing, Senin (12/11/2018).
Selain pelatih, Dispora juga akan mengevaluasi sejumlah atlet yang tidak menunjukkan peningkatan prestasi selama menjadi binaan PPLP. Upaya ini dilakukan agar nantinya para alumni PPLP Sumut benar-benar ditempa menjadi atlet berkualitas dengan segudang prestasi.
“Selanjutnya bukan tidak mungkin bakal ada rencana evaluasi atlet dan pelatih lain. Sebagai contoh cabor pencak silat tidak ada kemajuan. Meski Sumut di Popwil Sumatera melalui cabor silat mampu raih 5 emas, tapi tidak ada satupun atlet PPLP yang raih emas,†ucapnya.
Terkait sosok pengganti, tambah Rusli, pihaknya akan melakukan prekrutan pada bulan November ini juga. Meskipun ditegaskan Rusli seleksi tidak bersifat umum dan melalui tahapan yang ketat.
“Kita masih menunggu kebijakan pimpinan terkait sosok yang pantas menggantikan ke tujuh pelatih ini. Kita harapkan mereka yang terpilih bisa kembali mengangkat prestasi cabor binaannya. Sebab, tahun 2020 sudah ada Popnas di Papua. Mereka ini nantinya adalah cikal bakal atlet Sumut yang berlaga di PON 2024,†Rusli.
Dengan dipecatnya tujuh pelatih, maka sementara ini untuk tidak mengganggu program latihan atlet, pihaknya memberikan tanggungjawab kepada asisten pelatih dan pelaksana harian sementara.
Seperti di cabor sepakbola, penanggungjawab pelatihan diserahkan kepada Waluyo. Sedangkan untuk pencak silat diserahkan kepada asisten pelatih Pedomanta Keliat. Begitu juga untuk bola voli putri masih diasuh pelatih kepala Elfian. Serta atletik, hanya menyisakan satu pelatih tolak peluru Sukraj Singh.
What's Your Reaction?