BOLAHITA, MEDAN - Hingga sejauh ini, nasib
PSMS Medan bisa dikatakan jauh dari beruntung. Paling pertama persiapan di tahun 2020, akhirnya konpetisi tidak tuntas. Alhasil target ke Liga 1 pupus.
Pasca pupus,
PSMS masih bersemagnat melanjutkan persiapan tim. Di Januari 2021, tim berjuluk Ayam Kinantan menggelar latihan tiga kali sepekan. Selain untuk menjaga kebugaran pemainnya dibawah asuhan Ansyari Lubis, manajemen juga ingin tetap menjaga para pemain agar tetap bertahan.
Latihan tiga kali sepekan, Senin, Rabu dan Jumat ini sempat meninggi intensitasnya. Apalagi
PSMS digadang-gadang akan ikut turnamen pramusim Piala Menpora gelaran PSSI dan PT LIB di Maret ini.
Tapi apa mau dikata, mendekat pelaksanaan, justru
PSMS dikabarkan tidak termasuk bagian dari Piala Menpora bersama Sriwijaya FC.
PSMS meradang.
Tak mau kali ketiga tertimpa tangga, sekretaris umum (Sekum)
PSMS Medan Julius Raja mengatakan bahwa akan ada jadwal pertemuan di hari Senin (besok) dengan pembina, Edy Rahmayadi.
Nantinya dalam pertemuan itu untuk melaporkan konsep
PSMS di kompetisi Liga 2 nantinya. "Rencana hari Senin (besok), kami bertemu dengan Pak Edy Rahmayadi untuk melaporkan beginilah konsep
PSMS yang akan dilaksanakan," kata Julius.
"Kami minta petunjuk dululah kepada Pak Edy dan Pak Kodrat. Kami minta petunjuk sama beliau dulu," ucap Julius Raja.
"Oke, kalau dia bilang, jalankanlah, kita jalankan. Atau misalnya dia bilang udahlah, nanti dulu, inikan belum jelas juga. Tetap kita akan mengikuti arahan dari beliau," Julius Raja.
Sekarang kan, kata Julius, semua ini pada ragu, apa ada jaminan izin dari Polri akan keluar.
"Jadi jangan nanti kita terbuai seperti tiga kali yang kita kena itu. Habis duit kita kan, jadi kita harus betul-betullah. Saran kita, dibikinlah semacam pramusim dulu. Lihat Kapolri yang baru inilah bagaimana pelaksanaan karena Corona ini. Kalau memang itu betul bisa jalan dan bagus, tentu untuk izin ini bulan Juni akan dikeluarkan," pungkas Julius Raja.