Asisten Pelatih
PSMS versi Indra Sakti, Suharto AD berharap semua berjalan dengan baik. Sejatinya, pihaknya ingin
PSMS satu, namun juga harus dualisme, dia yakin kalau dijalankan dengan tenang bisa tanpa bentrok. <br><br>Dia mengurai 2010/2011, saat kemunculan tim LPI, Bintang
Medan, saat itu Suharto menjadi pelatih kepala sebelum akhirnya didaulat jadi pelatih
PSMS di divisi utama. <br><br>"Dulu mes bisa berbagi, bahkan para pemain bisa satu kamar beda tim. Kita juga atur jadwal latihan Bintang
Medan dan PSMS. Memang musim ini beda, karena stadion Teladan direnovasi. Kita enggak mau bentrok, kita bicara atas nama PSMS," ungkapnya.<br><br>Suharto menambahkan, untuk mengisi jadwal,
PSMS melakukan uji coba Kamis dan Jumat. "Kamis, kami uji coba lawan Linud Jaya di Lapangan Korem Binjai, Jumat lawan Angkasa di Klambir," pungkasnya. Selasa sore tadi juga diramaikan dengan aksi damai para suporter
PSMS yang meminta
PSMS satu. (
Bolahita) <br>