Kas Hartadi Optimis Meski Hadapi Tugas Tak Mudah di PSIS
PSIS Semarang resmi menunjuk Kas Hartadi sebagai pelatih kepala baru untuk dua laga terakhir di Pegadaian Championship 2025/2026
PSIS SEMARANG TUNJUK KAS HARTADI, HADAPI MISI BERAT HINDARI ZONA DEGRADASI
BOLAHITA - PSIS Semarang resmi menunjuk Kas Hartadi sebagai pelatih kepala baru untuk dua laga terakhir di Pegadaian Championship 2025/2026. Pelatih asal Solo tersebut langsung dihadapkan pada tugas berat untuk menyelamatkan tim dari ancaman degradasi.
Saat ini, PSIS berada di peringkat ke-8 dari 10 tim di klasemen sementara Grup 2 atau Grup Timur dengan koleksi 20 poin dari 25 pertandingan. Mereka hanya unggul dua poin dari Persiba Balikpapan di posisi ke-9, yang merupakan zona playoff degradasi.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Sementara itu, Persipal FC sudah dipastikan terdegradasi setelah berada di posisi juru kunci dengan tujuh poin.
Dua laga penentu masih menanti PSIS, yakni menghadapi Kendal Tornado FC di kandang pada pekan ke-26 dan melawan PSS Sleman di Sleman pada pekan berikutnya.
Menjelang laga terdekat, Kas Hartadi mengakui waktu persiapan yang dimilikinya sangat terbatas. Ia hanya memiliki sekitar tiga hari untuk mempersiapkan tim.
“Persiapan sangat mendadak. Baru kali ini saya melatih dengan hanya dua hari latihan dan satu sesi official training untuk pertandingan,” ujarnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Meski waktu mepet, ia tetap optimistis dapat memperbaiki kelemahan tim dan memaksimalkan potensi yang ada.
“Memang waktunya sangat terbatas, tapi mudah-mudahan kita bisa memperbaiki kekurangan tim agar tampil maksimal melawan Kendal Tornado FC,” tambahnya.
Kas Hartadi menganggap situasi ini sebagai tantangan besar dalam kariernya. Sebelumnya, ia juga pernah menghadapi tantangan serupa saat menangani RANS Nusantara FC dengan target promosi.
Ia pun percaya dengan kualitas skuad PSIS saat ini yang dihuni pemain berpengalaman seperti Otavio Dutra, Esteban Vizcarra, Beto Goncalves, hingga Rafinha.
Menurutnya, kunci utama adalah membangun kekompakan antar lini agar tim mampu keluar dari zona berbahaya dan bertahan di kompetisi musim depan.
What's Your Reaction?