Kendala Birokrasi Lapangan Cadika dan Kebun Bunga, Medan Lawyer FC Tunda Sejumlah Laga Persahabatan
Medan Lawyer FC (MLFC) terpaksa menunda sejumlah laga persahabatan akibat sulitnya akses dan birokrasi berbelit di Lapangan Cadika dan Kebun Bunga Medan
BOLAHITA.ID - Tim sepakbola Medan Lawyer FC (MLFC) resmi mengumumkan penundaan sejumlah agenda pertandingan persahabatan yang sejatinya dijadwalkan dalam beberapa pekan ke depan.
Keputusan ini terpaksa diambil menyusul belum mendapatkan izin penggunaan dua fasilitas olahraga utama di Kota Medan, yaitu lapangan Cadika dan lapangan Kebun Bunga.
Melalui pernyataan resminya, Pengurus MLFC menegaskan bahwa penundaan ini sama sekali bukan disebabkan oleh menurunnya komitmen tim untuk bermain dan menjaga silaturahmi antar komunitas sepak bola.
"Hingga saat ini, lapangan Cadika maupun lapangan Kebun Bunga masih belum dapat digunakan sebagaimana mestinya, sehingga menghambat pelaksanaan agenda yang telah disusun sebelumnya," tulis pernyataan resmi MLFC yang dikutip dari instagram resminya.
Kritik Keras Terhadap Birokrasi Fasilitas Publik
Kondisi ini membuat kekecewaan mendalam dari pihak MLFC. Sebagai bagian dari komunitas olahraga di Medan, mereka menyayangkan akses ke fasilitas olahraga publik yang justru sulit didapatkan yang diduga akibat birokrasi yang berbelit, tata kelola yang tidak efektif, dan ketidakjelasan sistem pengelolaan.
MLFC mengingatkan bahwa fasilitas publik seperti Lapangan Cadika dan Kebun Bunga pada dasarnya dibangun dan dipelihara menggunakan uang rakyat yang bersumber dari pajak.
"Fasilitas olahraga publik seharusnya menjadi ruang yang mudah diakses oleh masyarakat, bukan justru dipersulit. Ironisnya, masyarakat selalu dituntut untuk taat membayar retribusi dan memenuhi kewajiban demi mendukung peningkatan PAD Kota Medan, namun hak untuk mengakses fasilitas publik sering kali terkendala administrasi yang tidak berpihak pada kepentingan umum," tegas MLFC dalam pernyataannya.
Harapan dan Langkah Alternatif
Situasi ini membuat MLFC mendesak pemerintah daerah dan pihak pengelola lapangan untuk segera melakukan pembenahan. Tata kelola yang baik sangat krusial agar fasilitas olahraga publik benar-benar hadir untuk mendukung aktivitas masyarakat, membantu pembinaan olahraga, serta memperkuat ruang-ruang sosial yang sehat.
Sambil menunggu kejelasan dari pihak pengelola sarana olahraga milik Pemko Medan tersebut, MLFC menyatakan akan terus berupaya mencari alternatif lapangan lain. Hal ini dilakukan agar agenda pertandingan persahabatan yang tertunda dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.
"Terima kasih atas pengertian dan solidaritas seluruh sahabat sepak bola. Sampai bertemu di lapangan pada kesempatan berikutnya. Salam olahraga dan solidaritas," tutup pernyataan tersebut.
What's Your Reaction?