Komdis Harusnya ke Medan

Komdis Harusnya ke Medan

Jul 19, 2013 - 09:00
 0
Komdis Harusnya ke Medan
Official PSMS ketika berada di Tembilahan mencoba lapangan
MESKIPUN Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sudah merilis jadwal baru sidang untuk skuad PSMS PT Liga Indonesia pada Jumat (26/7) mendatang, namun bukan berarti mampu untuk bisa hadir. <div><br></div><div>Jika memang tak ada pengurus atau sponsor yang mau mendanai, alhasil gagal berangkat terjadi kembali. "Kami tetap akan berusaha mencari sponsor agar kami bisa memberikan keterangan. Tapi kalau memang tidak bagaimana?," ujar Fityan Hamdy sekretaris tim. </div><div><br></div><div>Uniknya, Komdis melalui Hinca Panjaitan mengatakan permasalahan tiket merupakan tanggungjawab klub. Ketua umum PSMS, Indra Sakti Harahap sama sekali tidak ada berkomunikasi. </div><div><br></div><div>"Lain cerita jika gaji kami tiap bulan lancar. Kami akan berangkat dengan biaya sendiri. Ini ketua umum kami saja enggak jelas rimbanya," sambung Fityan.   </div><div>Sementara itu Hardiantono mengaku belum mendengar kabar soal penjadwalan itu. Begitupun dirinya juga pesimis, dirinya dan rekan-rekannya bisa hadir. </div><div><br></div><div>"Ya ini juga baru tahu. Tapi kalaupun dijadwal ulang bagaimana mungkin kami bisa kesana. Belum ada pembayaran sepeserpun sampai sekarang. Pakai apa kami kesana?," ujarnya.</div><div><br></div><div>Tono, sapaan akrab Hardiantono berharap Komdis peka terhadap kondisi pemain yang saat ini sangat memprihatinkan. Menjalankan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri tanpa dana. Bahkan istri Colly Misrun sudah terbaring 2 minggu, tak mampu ke rumah sakit. </div><div><br></div><div>"Komdis harusnya peka. Bagusnya memang Komdis yang ke Medan. Masa kami semua harus berangkat ke Jakarta. Mana pengurus tidak mau membiayai," bebernya.</div><div><br></div><div>Senada, kiper PSMS LI, Irwin Ramadhana mengatakan tidak ada salahnya Komdis turun ke Medan untuk menyelesaikan masalah ini. </div><div><br></div><div>"Seandainya pun kami ada uang lebih baik kami alihkan uang tiket pesawat untuk beli kebutuhan dapur. Seharusnya, komdis mempertanyakan Ketua Umum, Indra Sakti soal pertanggungjawabannya tidak membayar gaji. Kenapa malah pemain yang mau dihukum," katanya.</div><div><br></div><div>Selain itu Irwin mengeluhkan soal pengalihan topik dari tuntutan gaji ke masalah sanksi terhadap pemain. </div><div><br></div><div>"Kami mengadu ke Jakarta setelah habis kompetisi. Kami telah menyelesaikan segala kewajiban bermain walaupun gaji tidak ada. Seharusnya yang dibahas itu soal hak kami. Bukan sanksi," pungkas pemain yang baru saja berulang tahun Kamis (18/7) kemarin itu. (Bolahita)</div><div><br></div>

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow