Alamsyah Nasution tak mau kejadian yang sama ketika
PSMS Medan di musim Indonesia Super League (ISL) lalu terulang lagi. Saat itu, gajinya juga belum dibayar lunas. Masih ada sekitar tujuh bulan plus 10 persen uang muka. <div><br></div><div>Di musim itu pemain
PSMS berasal dari berbagai daerah, sukses membuat CEO Idris SE terbebas tanpa beban dari tanggungjawabnya. </div><div><br></div><div>Makanya kali ini, Alamsyah bersama pemain lain tak mau kendur dalam memperjuangkan haknya. Jika tidak dituntut, maka
PSMS akan terus mengulanginya. Apalagi tidak ada lagi alasan soal jarak. </div><div><br></div><div>Musim ini
PSMS murni diperkuat putra daerah,
Medan sekitarnya. Ketua umum
PSMS Indra Sakti Harahap harus terus dikejar. "Di musim ISL,
PSMS tak melunasi gaji. Musim ini, Saya tak akan melepaskannya. Saya sudah berbagi pengalaman dengan pemain lain. Merekapun sama, ingin mendapatkan haknya sebagai pemain. Kami tak mau membiarkan gaji kami dilupakan," kata Alamsyah Nasution. </div><div><br></div><div>Jika memang ketua umum Indra Sakti Harahap tak memberikan itikad baik soal pembayaran gaji, dipastikan demo dalam jumlah yang lebih besar terjadi kembali. </div><div><br></div><div>"Ini soal hak kami. Kewajiban kami di
PSMS sudah selesai. Jika memang tak ada itikad baik, jalur hukum adalah solusi terakhir. Kemungkinan datang kembali ke kediaman ketum dalam jumlah yang lebih banyak sangat besar. Dalam melakukan aksi, kami juga sudah menyurati kepala lingkungan dan kepolisian setempat," timpal Irwin Ramadana, kiper PSMS.</div><div><br></div><div>Jika memang aksi damai ini tak membuahkan hasil, jalur hukum pun sudah menjadi pilihan. "Kami sudah berdiskusi dengan beberapa pengacara dan mereka antusias membantu menuntut Indra Sakti," beber Irwin.</div><div><br></div><div>Rasa kecewa pemain kepada Indra Sakti Harahap dan pengurusnya cukup tinggi. Mulai dari berkompetisi hingga usai dan harus berjuang seperti ini, tak satupun pengurus yang aktif berkomunikasi dengan mereka. Hanya beberapa manajemen dan pelatih yang sibuk memperjuangkan nasib mereka. </div><div><br></div><div>"Termasuk soal tiket kepulangan ke
Medan. Kenapa kami mau menerima, ya karena Indra Sakti dan pengurusnya tidak perduli. Selama di Jakarta kami tidak ada yang menghubungi. Apalagi Indra Sakti, jangan haraplah. Jadi kalau ada orang lain yang berniat membantu, kenapa kami tolak," tambah Zulham Syahputra kiper PSMS. </div><div><br></div><div>"Saat itu kami juga sudah memang ingin pulang. Kebetulan sudah bertemu dengan pak Joko Driyono dan mendapatkan penjelasan. Jadi bantuan tiket pulang itu kami anggap positif dan sebagai niat baik saja," pungkasnya.</div><div><br></div><div>Hari ini punggawa Ayam Kinantan direncanakan kembali beraksi di kediaman Indra Sakti Harahap (
Bolahita)</div>