BOLAHITA, MEDAN - PSMS Medan akan terus berupaya menagih sisa subsidi mereka sebesar Rp900 juta ketika berlaga di Liga 1 ke PT Liga Indonesia baru (LIB) selaku operator liga.
"Utang PT. LIB masih ada sama kita, sekitar Rp 800 sampai hampir Rp 900 juta saat Liga 1 2018 lalu. Itu terus kita tagih dan kejar-kejar terus sampai saat ini," kata Julius Raja sekretaris umum PSMS.
Julius mengatakan bahwa hutang itu tentu sangat berharga andai dibayar pada saat seperti ini, mengingat kompetisi berpeluang dihentikan total akibat pandemi virus Corona yang mewabah di Indonesia.
"Kita sudah terima (subsidi tahap pertama) pada Maret lalu. Ada buktinya, angkanya Rp 250 juta. Itu kita minta karena dari pada kita ributin yang utang Rp 900 juta itu, makanya kami
PSMS minta yang subsidi tahap pertama kemarin," ungkap Julius.
"Dan masih ada klub yang belum dapat mungkin PT. LIB lagi ada masalah dengan dana, apalagi kompetisi seperti ini sekarang. Makanya itu mungkin PT. LIB berniat memberi Rp 100 juta. Untuk tahap kedua sendiri belum tahu kapan," pungkas Julius.
Sebagai informasi, subsidi klub-klub Liga 2 tahun ini naik. Jika 2019 lalu hanya sebesar Rp 1 miliyar, tahun ini naik menjadi Rp 1,15 milyar. Dan dikabarkan baru 6 klub Liga 2 saja yang baru mendapat subsidi tahap pertama.