MEDAN, BOLAHITA - Ada pemandangan yang menarik saat laga uji coba
PSMS Medan melawan Gumarang FC, Sabtu (9/1/2015) sore di Stadion Teladan. Bukan soal kemenangan Legimin Rahardjo dengan skor 3-1. Namun bentangan spanduk berisi kecaman di sepanjang dan sesudah pertandingan yang dilakukan suporter.
Isinya merupakan penolakan dua oknum pengurus, ketum PSMS, Mahyono dan ketua I Julius Raja berada di kepengurusan. "Ini sikap kami terhadap situasi kisruh
PSMS Medan saat ini. Meskipun sudah diselesaikan, tapi sekali lagi ini respon kami," jawab Lawren Simorangkir ketua SMeCK Hooligan. Hal senada juga dilakukan Kampak FC yang selain membentangkan spanduk juga bernyanyi menyerukan penolakan kedua sosok pengurus itu di PSMS.
Sekadar mengingatkan memang dalam beberapa hari ini terjadi konflik antara pengurus dengan manajemen PSMS. Diberhentikannya Andry Mahyar Matondang dari posisi manajer mengundang respon besar dari kelompok suporter. Mereka menganggap pemecatan itu tak memiliki alasan. "Tim ini mulai bangkit dan solid. Buktinya manajer bisa memberikan trofi Piala Kemerdekaan buat Kota
Medan. Dimana alasannya pemecatan?" tanya Pak US salah satu pentolan suporter
PSMS Fans Clup.
Sementara itu dari hasil dari hasil uji coba tadi, pelatih
PSMS Suharto AD mengaku belum puas. Dia masih memberikan waktu beberapa hari lagi untuk memutuskan nasib pemain pelamarnya.