SPOBDA/SPOBNAS Sumut Gelar Tes Fisik Atlet Pelajar Tahun Ajaran 2025/2026
Pada hari pertama, tes fisik difokuskan pada dua cabang olahraga (cabor), yakni sepakbola dan pencak silat. Sementara 12 cabor lainnya dijadwalkan mengikuti tes pada hari kedua.
SUMUTJUARA - Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah/Nasional (SPOBDA/SPOBNAS) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) mulai melaksanakan tes fisik bagi calon atlet pelajar tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 14–15 Mei 2025, di UPTD Kebakatan Olahraga Disporasu, Jalan Sekolah Pembangunan, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
Tes Fisik Dimulai untuk Sepakbola dan Pencak Silat
Pada hari pertama, tes fisik difokuskan pada dua cabang olahraga (cabor), yakni sepakbola dan pencak silat. Sementara 12 cabor lainnya dijadwalkan mengikuti tes pada hari kedua.
Soeprayitno, Penanggung Jawab Tes Fisik, menjelaskan bahwa setiap cabang olahraga memiliki item tes yang berbeda sesuai kebutuhan spesifik masing-masing.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
“Untuk cabor sepakbola, digunakan tes Row Head untuk mengukur kelincahan, serta lari 20 meter untuk menilai kecepatan. Sementara untuk pencak silat, digunakan Shuttle Run sebagai indikator kelincahan dan sprint 20–30 meter untuk kecepatan,” ujarnya, Rabu (14/5/2024).
Uji VO2MAX dan Evaluasi Menyeluruh
Soeprayitno menambahkan bahwa meskipun ada perbedaan item tes antar cabor, beberapa indikator tetap digunakan secara umum, seperti pengukuran VO2MAX yang dilakukan dengan metode balke 15 menit. Nilai minimum yang diharapkan pun bervariasi, contohnya untuk sepakbola, VO2MAX minimal berada di angka 45.
View this post on Instagram
Namun, ia menegaskan bahwa hasil tes fisik belum dapat dijadikan acuan langsung. “Hasil sementara belum bisa kami prediksi. Evaluasi akan dilakukan setelah seluruh rangkaian tes selesai,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa seleksi tidak berbasis kuota. “Jika satu cabor hanya memiliki satu peserta dan kuotanya dua, tapi performanya tidak memenuhi standar, tetap tidak bisa lolos. Seleksi ini murni berdasarkan kualitas,” tegasnya.
Evaluasi Atlet Lama dan Baru
Kepala UPTD SPOBDA/SPOBNAS Sumut, Apri Sugiarto, menyatakan bahwa tes fisik tidak hanya ditujukan untuk calon atlet baru, tetapi juga sebagai evaluasi bagi atlet yang sudah mengikuti program pembinaan.
“Semua atlet, baik yang lama maupun baru, diuji secara setara. Jika atlet lama hasilnya kurang memuaskan, dan atlet baru menunjukkan hasil lebih baik, maka akan terjadi promosi dan degradasi,” ungkap Apri.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan tes fisik pada hari pertama berjalan lancar dan tertib, dengan berbagai item seperti sit-up dan push-up telah dijalankan sesuai rencana.
Apri berharap melalui seleksi ini, Sumut dapat melahirkan atlet pelajar yang benar-benar terlatih dan siap bersaing. “Kita ingin menjaring atlet yang sudah memiliki komitmen dan kebiasaan latihan, bukan yang baru mulai dari nol,” ujarnya.
Tahapan Seleksi Selanjutnya
Sebanyak 281 peserta mengikuti tes fisik setelah dinyatakan lolos tahap seleksi administrasi. Adapun jadwal seleksi selanjutnya adalah:
-
17 Mei 2025: Pengumuman peserta yang lolos tes fisik
-
18 Mei 2025: Tes keterampilan
-
19 Mei 2025: Tes psikologi dan kesehatan
-
26 Mei 2025: Pengumuman akhir peserta yang diterima sebagai atlet pelajar binaan SPOBDA/SPOBNAS Sumut
Dengan tahapan seleksi yang ketat dan berjenjang ini, SPOBDA/SPOBNAS Sumut bertekad mencetak atlet muda berkualitas yang siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
What's Your Reaction?