PSMS DAN PSPS PEKANBARU RESMI KANTONGI LISENSI KLUB PROFESIONAL

PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru resmi mengantongi lisensi klub profesional dalam proses Club Licensing Cycle 2025/2026.

May 14, 2026 - 21:42
May 14, 2026 - 21:51
 0

PSMS DAN PSPS PEKANBARU RESMI KANTONGI LISENSI KLUB PROFESIONAL

BOLAHITA - PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru resmi mengantongi lisensi klub profesional dalam proses Club Licensing Cycle 2025/2026. Kedua klub tersebut menjadi satu-satunya wakil dari Grup 1 yang berhasil memperoleh lisensi profesional.

Keputusan itu tertuang dalam surat Komite Lisensi Klub bernomor 035/CLC-LI/V/2026. Dalam keputusan tersebut, seluruh dokumen dan persyaratan yang diajukan PSPS dan PSMS dinyatakan memenuhi syarat serta lolos verifikasi lisensi klub profesional dengan status granted kategori Super League.

Proses penilaian lisensi klub sendiri telah berlangsung sejak Juli 2025. Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek utama yang menjadi standar AFC dan operator kompetisi nasional.

Lima aspek tersebut meliputi sporting atau pembinaan olahraga dan usia dini, infrastructure, personnel and administration, legal, serta finance. Seluruh aspek wajib dipenuhi klub untuk memperoleh lisensi profesional.

CEO PSPS, Edward Riansyah, menyebut pencapaian ini menjadi hasil kerja keras seluruh manajemen selama hampir satu musim penuh.

“Puji syukur kami panjatkan, PSPS berhasil lolos dalam klub lisensi ini. Ini adalah pencapaian yang sangat berarti bagi seluruh orang yang berada di dalam manajemen, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah PSPS berhasil meraih lisensi klub profesional. Sejak awal musim, atas perintah Presiden Klub bapak I Gede Widiade, ini memang menjadi fokus utama kami,” ujar Edward Riansyah, Kamis (14/5/2026).

Dalam proses pemenuhan lisensi, manajemen PSPS menunjuk Sekretaris Tim Muhammad Teza Taufik untuk memimpin penyusunan dan verifikasi seluruh dokumen yang dibutuhkan.

Teza menjelaskan, terdapat tiga kategori dalam proses lisensi klub, yakni granted, granted with sanction, dan rejected. Ia mengungkapkan proses verifikasi berjalan sangat ketat karena klub tidak hanya diminta melengkapi administrasi, tetapi juga membuktikan implementasi nyata di lapangan.

“Prosesnya cukup ketat dan mendalam. Nyaris satu tahun kita di dalam manajemen bekerja untuk ini, tidak hanya mengurus dokumen, tapi kami juga diminta menunjukkan implementasi nyata di lapangan. Alhamdulillah akhirnya kita lolos lisensi klub ini walaupun kita belum di Liga 1 atau Super League. Tapi pengelolaan klub ini sudah sangat sehat dan profesional setara dengan klub-klub Liga 1,” terang Teza.

Meski berhasil memperoleh status granted, Teza mengakui masih ada beberapa catatan minor yang perlu dibenahi, terutama terkait infrastruktur stadion dan standar pencahayaan lampu.

“Namun sementara ada satu catatan. Agar semakin sempurna, seperti ada beberapa dokumen stadion dan penerangan lampu yang sedikit lagi memenuhi standar lux tingkat nasional. Ke depan tentunya akan kami penuhi dengan kolaborasi dukungan Pemerintah Provinsi Riau,” ujarnya.

Teza menambahkan, keberhasilan PSPS meraih lisensi profesional menjadi kebanggaan tersendiri bagi klub-klub di wilayah barat Indonesia.

“Jika kita lihat lagi, di Grup Barat hanya PSPS dan PSMS Medan yang berhasil mendapatkan lisensi ini. Sedangkan Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC memang harus memenuhi lisensi karena berstatus tim promosi ke Super League,” pungkasnya.

Berdasarkan hasil verifikasi Komite Lisensi Klub Independen ileague dan AFC, PSPS menjadi satu dari delapan klub Liga 2 atau Championship yang berhasil memperoleh status granted tanpa catatan.

Sementara itu, 12 klub lainnya berstatus rejected dan terancam mendapat pengurangan poin pada awal kompetisi musim 2026/2027.

Untuk kategori lisensi AFC Champions League Two, delapan klub Super League dinyatakan lolos dengan status granted, yakni PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.

Sedangkan klub yang memperoleh status granted with sanctions adalah Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang FC, Madura United FC, Bali United FC, Malut United FC, Persis Solo, dan Persijap Jepara.

Pada kategori lisensi Super League, total 25 klub memperoleh status granted. Selain 16 klub pemegang lisensi ACL 2, terdapat sembilan klub lain yang juga lolos, yakni PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.

Sementara pada kategori lisensi Championship, FC Bekasi City menjadi klub yang memperoleh status granted. Untuk lisensi Liga Nusantara, empat klub dinyatakan lolos yakni RANS Nusantara FC, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow