MEDAN, BOLAHITA - Pengurus Provinsi Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi)
Sumatera Utara akan mengandalkan 12 pesilat pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional Indonesia (POMNAS) 2015, digelar pada 14-21 November di Banda Aceh.
Ketua Umum Pengprov IPSI Sumut, Hj. Dahliana menjelaskan, Pengprov IPSI telah merekomendasikan 12 nama atlet kepada Bapomi
Sumut yang diturunkan pada Pomnas nanti. Jumlah tersebut terdiri atas Kelas A hinga H putera, dan kelas A hingga D puteri. Untuk Putera yakni Ramadhan Pasaribu, Ade Arifin, M. Fakhi, Ahmad Henri, Irfandi, Dede Pradana, Tirta, dan Dodi Riki. Sedangkan Puteri Adinda Mawaddah, Ira Adrina, Febrina, dan Ratih. Di nomor Tunggal Ganda Regu (TGR)
Sumut tidak mengirimkan atletnya.
Atlet tersebut berdasarkan hasil seleksi yang digelar pada 3-4 Oktober lalu.Sebelumnya, Pengprov bersama Bapomi bekerja sama dengan masing-masing universitas untuk meminta mahasiswanya mengikuti seleksi. Dahliana mengaku optimis mereka yang terpilih adalah skuad terbaik melalui seleksi yang sangat ketat.
“Kita telah merekomendasikan atlet berjumlah 12 orang. Namun ada satu orang direkomendasikan melalui Universitasnya yakni Mira Lestari. Kami tidak berani merekom dia karena saya anggap belum layak untuk bersaing. Kami kan tidak ingin atlet yang kita kirim abal-abalan,” katanya.
“Kalau bicara kans medali di Pomnas, kita berharap pesilat dari Jawa juga fokus untuk Pra PON, jadi anak- anak otomatis memiliki peluang besar lah, karena lawan yang dihadapi sepadan,” tambahnya.
Namun, disatu sisi Dahliana juga tidak berani menjanjikan raihan emas di Pomnas. Ia menilai Pencak Silat merupakan salah satu cabor tidak terukur, jadi siapa pun berpeluang meraih emas, tergantung kesiapan mereka. “Khusus di Pulau Jawa, PPLM cabor pencak silat kan sudah ada, jadi otomatis mulai dari pembinaan hingga jam terbang mereka lebih baik ya. Sedagnkan di
Sumut kan belum ada. Jadi saya rasa mereka bakal tetap saingan terberat,” katanya.