Tak Perlu Tes PCR atau Antigen, Berikut Aturan Pemain Prokes di Piala Presiden 2022

Tak Perlu Tes PCR atau Antigen, Berikut Aturan Pemain Prokes di Piala Presiden 2022

Tak Perlu Tes PCR atau Antigen, Berikut Aturan Pemain Prokes di Piala Presiden 2022

JAKARTA - Turnamen pramusim Piala Presiden 2022 resmi bergulir pada Sabtu (11/6/2022) sore WIB yang ditandai oleh laga pembuka yang mempertemukan Persis Solo melawan PSS Sleman di Stadion Manahan, Solo.


Dalam turnamen ini ada sejumlah penyesuaian terkait aturan penerapan protokol kesehatan atau prokes untuk pemain, ofisial, dan suporter.


Pada Piala Presiden 2022, pemain sudah tidak perlu lagi melaksanakan tes antigen atau PCR. Sebelumnya, di Piala Menpora 2021 dan Liga 1 2021-2022 pemain wajib melaksanakan tes antigen atau PCR pada H-1 dan hari H pertandingan.


Meski sudah tidak mewajibkan tes antigen atau PCR, para pemain dan ofisial harus tetap menjaga prokes dengan memakai masker dan sudah melakukan vaksinasi minimal dosis kedua.


Sementara itu, bagi para calon penonton yang ingin menyaksikan langsung pertandingan Piala Presiden 2022 di stadion harus menaati sejumlah aturan. Di antaranya adalah membeli tiket secara online atau daring, sudah mendapatkan vaksin ketiga (booster) atau minimal dosis kedua, menggunakan aplikasi PeduliLindungi, membawa KTP, dan memakai masker.

 

M11Bet, Situs Betting Online Resmi Indonesia. Pasaran Terbaik, Layanan 24/7, Resmi


PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) juga memilih daerah-daerah berstatus PPKM level 1 sebagai tuan rumah. Empat kota yang jadi host Fase Grup Piala Presiden 2022 antara lain Solo (Grup A), Samarinda (Grup B), Bandung (Grup C), dan Malang (Grup D).


Grup A ditempati oleh Persis Solo, PSIS Semarang, Persita Tangerang, PSS Sleman, dan Dewa United FC. Grup B berisikan Borneo FC Samarinda, Persija Jakarta, Madura United, Barito Putera, dan RANS Nusantara FC.

Sementara di Grup C ada Persib Bandung, Bali United, Bhayangkara FC, dan Persebaya Surabaya. Lalu Grup D dihuni oleh Arema FC, Persik Kediri, PSM Makassar, dan Persikabo 1973.