Tanjungbalai United Sebut Regulasi tak Berjalan di Liga 3 Sumut. Ini Jawaban Sekjen PSSI 

Soal Walk Out Victory Dairi tertuang di pasal 15 

Dec 4, 2021 - 15:47
 0
Tanjungbalai United Sebut Regulasi tak Berjalan di Liga 3 Sumut. Ini Jawaban Sekjen PSSI 
Victory Dairi

BOLAHITA, medan.id/" target="_blank">MEDAN - Pembina klub Tanjungbalai United, Tomi Sutara mempertanyakan ketegasan sikap Asprov PSSI Sumatera Utara.

Ketidaktegasan ini terkait aksi walk out yang dilakukan Victory Dairi dalam pertandingan babak 16 besar Liga 3 zona Sumut. 

Pertandingan yang digelar antara Tab United melawan Victori Dairi, pada Senin (30/11/2021) di Stadion Mini Pancing, diwarnai aksi protes keras oleh pelatih Victory Dairi, Eben Siregar. 

Eben Siregar tidak terima atas keputusan wasit yang memberikan pinalti kepada Tab United saat babak pertama berlangsung.

Keputusan tersebut membuat emosi Eben Siregar dan langsung mengajak seluruh pemainnya keluar lapangan. 

"Kalau dalam regulasi yang sudah disepakati untuk ditegakkan bersama, menarik pemain keluar lapangan hanya diperbolehkan selama 5 menit, yang mereka lakukan 13 menit lebih," kata Pembina Tanjungbalai United, Tomi Sutara, kepada wartawan, Sabtu (4/11/2021).

Menurut Tomi, terkait hal tersebut, perangkat pertandingan telah menentang atau melanggar regulasi Liga 3 tahun 2021 pasal 15. 

Artinya, berdasarkan waktu walk out tersebut, klub telah menolak pertandingan dilangsungkan, dan bagi tim lawan akan diberikan kemenangan dengan skor 3-0.

"Kami (Tab United) meminta kepada Asprov PSSI Sumut untuk dapat bertindak tegas dan menjalankan regulasi yang telah disepakati. Jika hal-hal begini tidak dijalankan, kami yakin akan muncul konflik antar pemain, official kepada perangkat pertandingan. Asprov Sumut jangan lepas tanggung jawab lah!" ujar ketua Askot PSSI Tanjungbalai ini.

Alasan yang diutarakan Tomi bukan sebagai bentuk kekecewaan atas kekalahan dan tidak lolosnya Tab United dari babak 16 besar Liga 3. 

Baginya, regulasi yang sudah disepakati adalah segala-galanya demi terwujudnya sportivitas agar gairah dan pembinaan sepak bola Sumut berjalan dengan baik dan benar.

"Kami berharap adanya ketegasan PSSI Sumut. Ini demi sepak bola sumut yang baik, bagi generasi muda kita," tegasnya.

Asprov PSSI Sumut Berikan Jawaban

Dikonfirmasi media terkait hal tersebut, melalui Sekjen PSSI Sumut, Fityan Hamdy memberikan jawaban. 

Menurut FItyan Hamdy bahwa prosedur dalam kompetisi ada. Setiap ada yang tidak berkenan, ada aturan untuk melayangkan protes. 

"Dan manajer Tanjungbalai United juga tidak pernah melayangkan protes kepada penyelenggara. Ada dewan hakim, pengawas pertandingan di setiap pertandingan. Tidak ada sekalipun surat protes masuk ke panitia," kata Fityan Hamdy.

"Nah, kalau memang mereka mau protes, silahkan buat protes tertulis. Tapi inikan tidak. Nah peraturan sepakbola, baik ditingkat FIFA, sampai tingkat tarkam sekalipun, keputusan wasit adalah mutlak," ucap Fityan Hamdy.

"Kalaupun sesudah pertandingan ada riak-riak, ribut-ribut, protes-protes tentang hasil pertandingan, tidak akan mungkin berubah," Fityan Hamdy.

"Nah soal kenapa wasitnya yang membuat keputusan, artinya kesalahan ada pada wasit yang tidak menjalankan aturan sebenarnya. Dan wasitnya sudah kami tindak, wasitnya tidak kami tugaskan lagi," beber Fityan. 

"Wasit tidak menjalankan aturan yang sebenarnya, itulah dia. Artinya kami bukan membela Asprovnya. Tapi kalau wasit lalai menjalankan kwajibannya kita proses," pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow