Persoalan non teknis
terus melanda skuad
PSMS IPL untuk memperbaiki perfomanya. Di tengah
perjuangan lepas dari zona degradasi, tim ini dihadang persoalan pelik.
Vagner Luis dkk sudah tidak menjalani latihan selama enam lari
belakangan, karena tidak ada bus yang biasa mengantar dan menjemput
pemain latihan di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM),
Medan.<br><br>Tim
diketahui tidak mengikuti latihan rutin sejak tanggal 19 Juni hingga
hari ini. Padahal tim akan menjalani partai pada tanggal 30 Juni 2012
melawan Persiba Bantul di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam,
Deliserdang. Saat ini,
PSMS berada di peringkat 11 dari 12 peserta
Indonesia Premier League (IPL) dengan 12 poin dengan catatan dua kali
menang, enam seri dan sepuluh
kali kalah.<br><br>Kapten Tim
PSMS IPL, Vagner Luis tak mau banyak komentar
saat dikonfirmasi perihal timnya tidak latihan. Namun, dia membenarkan
situasi tersebut. "Iya, kami tidak latihan sudah enam hari. Kami, pemain
terus menunggu agar situasi in bisa berubah. Kalau memang pengurus
enggak mau
PSMS degradasi, mereka harus cepat cari solusinya untuk bantu
menyelesaikan semua persoalan ini," ujarnya.<br><br>Pemain yang berposisi
sebagai bek ini menambahkan, sebagian pemain memilih hanya latihan jaga
kondisi di lapangan kecil di mess Griya Asam Kumbang, yang juga satu
komplek dengan skuad Pro Duta. "Ya sebagian hanya jaga kondisi dengan
latihan," timpalnya.<br><br>Sejatinya, persoalan
PSMS tidak hanya pada bus,
tim ini juga belum gajian sudah berbulan. Kondisi yang sama seperti
dialami beberapa klub di IPL juga kompetisi ISL. Skuad yang dibesut
Fabio Lopez ini baru tiga bulan menerima gaji penuh. Sejak kompetisi
dimulai, pemain menerima gaji penuh di bulan Desember
2011, Januari dan Maret 2012. Sedangkan, Pebruari baru dibayarkan
setengah, April hanya dibayarkan 20 persen, sedangkan Mei dan Juni belum
dibayar. Tim ini juga disebut-sebut terkendala dengan persoalan makanan
di mess. <br><br>Sementara itu, CEO
PSMS Medan, Freddy Hutabarat yang
dihubungi Senin sore, tak bantah perihal bus untuk latihan sudah tidak
ada lagi. Namun, menurutnya itu terjadi bukan lantaran manajemen tidak
sanggup membayarnya. "Kebetulan kontrak kerja dengan bus itu sudah
berakhir dan mau kita perpanjang, yang punya lagi pergi ke luar kota,"
tukasnya.<br><br>Menurut Freddy meski dengan situasi tersebut, tidak ada
istilah pemain libur latihan. Kami tetap latihan, meskipun bus tidak
ada, kan pemain punya kendaraan masing-masing. Ada yang naik motor dan
mobil. Saya rasa hal ini tidak menjadi masalah," timpalnya. Freddy
yang disinggung soal gaji pemain yang urung dibayar, mengatakan memang
ada keterlambatan pembayaran. Tapi, dia menyebut soal
menemukan solusinya. "Kami sudah mendapatkan dana talangan dari
konsorsium dan kami bayarkan 40 persen dari gaji," pungkasnya. (
Bolahita)<br>