MEDAN, BOLAHITA - Pengangkatan tiga wakil manager
PSMS yang dilakukan manager PSMS, Andry Mahyar telah salah prosedur sesuai dengan ketentuan prosedur organisasi yang tertuang dalam AD/ART. Masalah kepengurusan manajemen tim ditentukan oleh pengurus
PSMS dengan mencari sosok yang peduli dengan kemajuan PSMS, bukan sosok yang ingin berkuasa atas jabatan yang asal tunjuk.
“Untuk saat ini manajemen tim
PSMS akan dibubarkan dengan mencari figur yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan masyarakat
Medan, tentunya memiliki kepedulian terhadap kemajuan PSMS, bukan hanya sekedar duduk-duduk saja dan banyak ngomong serta tanpa kerja nyata,” ujar Sekretaris Umum
PSMS Medan Azam Nasution di
Medan, Selasa (5/1) kepada wartawan.
Ia menambahkan,
PSMS bukan milik pribadi tetapi milik masyarakat
Sumut umumnya, dan
Medan khususnya. Saat ini turnamen Piala Jenderal Sudirman telah berakhir. Tentunya untuk menghadapi turnamen lainnya, perlu penyegaran di tim manajemen. Jadi ada regenerasi kepengurusan manajemen, tentunya yang peduli dengan kemajuan
PSMS ke depan.
“Manager tim nantinya, bias jadi manager yang telah menjabat dan bias juga dengan sosok wajah baru. Kan tidak mungkin manager
PSMS hanya itu-itu saja orangnya. Selain manager juga perangkat manajemn tim menjadi bahan evaluasi bagi pengurus untuk melakukan perombankan dan pembenahan yang lebih lagi dibandingkan manajemen tim sebelumnya.
Ketika disinggung managaer
PSMS Andry Mahyar akan melakukan perombakan manajemen tim dengan mengangkat tiga wakil manager, Azam menjelaskan tindakan yang dilakukan manager
PSMS telah menyalahi aturan, yang menentukan posisi manager dan wakil manager
PSMS merupakan wewenang pengrus. Pengurus yang akan mengeluarkan SK tentang pengangakatan manager, bukan main asal comot saja tanpa koordinasi dengan pengurus.
“Intinya, pengangkatan wakil manager telah menyalahi prosedur organisasi, namun pengurus menerima masukan dari pihak mana saja yang pantas dan cocok untuk dijadikan manager, namun pengurus harus melakukan evaluasi terhadap jabatan manager tim, layak atau tidak menjabat manager tim. Apalagi jabatan manager posisi yang strategis untuk membangkitkan kembali kejayaan tim berjulukan Ayam Kinantan,” pungkasnya.