PSMS Medan vs Bintang Jaya, Dilema, Itsme dan Kemenangan
PSMS Medan vs Bintang Jaya, Dilema, Itsme dan Kemenangan
Tapi itsme dan kisah lama pun dipertaruhkan. Mulai Abdurahman Gurning yang justru batal menangani PSMS IPL beberapa waktu lalu. Begitu juga dengan pemainnya, Safri Koto, Luis Irsandi, Irwandi, Edy yang akhirnya gagal berbaju hijau-hijau akibat bubarnya PSMS LPIS. Tak ketinggalan dengan Hardiantono, defender PSMS PT Liga Indonesia yang belum dibayarkan gajinya.
Disisi lain, itsme ke PSMS tak bisa dipungkiri. Eks pelatih dan pemain PSMS ini melihat jika tim berjuluk Ayam Kinantan ini lagi tak mampu memetik kemenangan, mereka semakin terperosok di posisi bawah grup I. Ini tentunya akan membahayakan dan terancam bergabung bersama Liga Nusantara musim depan. Mengalah atau menang?
"Kami harus profesional. Justru kami harus manfaatkan situasi PSMS saat ini. Kami tidak mendapatkan poin dari duel ini," ujar Abdurahman Gurning pelatih Bintang Jaya.
Dilihat dari statistik pertandingan, tim berjuluk Ayam Kinantan ini tak dapat berbuat banyak. Empat kali pertandingan, baru mengantungi satu poin. "Tapi dalam sepak bola, hitungan diatas kertas beda dengan di lapangan. Bisa saja krisis mental belum pernah menang ini berlanjut hingga melawan kami. Yang jelas mereka sedang terpuruk dan kami harus bisa memanfaatkannya," tegas Abdurahman Gurning.
Mengalahkan PSMS, Bintang Jaya memiliki pasokan dua legiun asing di sektor gelandang dan striker. "Musa Keita dan Sila sudah didaftarkan, namun belum tau apa bisa main atau belum," bebernya.
PSMS sendiri kini tengah dalam posisi sulit. Kritikan terus mengalir ke tim besutan Kustiono tersebut. Jika tak melakukan perubahan, tim ini diprediksi bakal terlempar ke Liga Nusantara. "Dalam beberapa hari ini, kami telah melakukan pendekatan ke pemain agar mentalnya kembali bangkit," kata Kustiono.
What's Your Reaction?