BOLAHITA.ID - Meskipun
PSMS Medan dan Persebaya Surabaya dipastikan promosi ke Liga 1 tahun depan, bukan berarti final akan berjalan biasa saja di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa (28/11/2017).
Keduanya dipastikan akan saling mengalahkan demi melengkapi gelar juara tahun ini. Selain itu pertemuan ini juga memiliki arti penting. Terutama bagi skuat Ayam Kinantan.
Final Liga 2 ini seperti mengulang cerita 8 tahun lalu. Saat terakhir kali
PSMS dan Persebaya bertemu dalam pertandingan resmi. Tempatnya juga di Bandung, tepatnya di Stadion Siliwangi dalam laga play off.
Melibatkan
PSMS sebagai peringkat 15 klasemen akhir ISL 2008/2009 melawan Persebaya yang merupakan peringkat keempat Divisi Utama 2008/2009.
Untuk memperebutkan 1 tiket bermain di kompetisi kasta tertinggi musim 2009/2010,
PSMS dan Persebaya diwajibkan bentrok. Bertanding habis-habisan demi tempat terhormat.
Pertandingan yang berlangsung pada 30 Juni 2009 itupun berlangsung sengit.
PSMS memimpin lebih dulu pada menit ke-32 lewat gol Leonardo Zada. Tapi Persebaya mampu menyamakan kedudukan melalui Jairon Feliciano pada menit ke-86.
Pertandingan lantas dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Dalam periode 2x15 menit perpanjangan waktu, skor tidak berubah. Tetap 1-1. Akhirnya drama 120 menit pertandingan itu harus dituntaskan dengan adu tendangan penalti.
Hasilnya Persebaya lebih dinaungi keberuntungan. Dari lima eksekutor hanya Batoum Roger yang tidak mampu mencetak gol. Sedangkan
PSMS ada dua pemain yang gagal, yaitu Leonardo Zada dan Octavianus Maniani.
Dengan begitu Persebaya berhak promosi ke ISL 2009/2010. Sedangkan
PSMS harus turun kasta ke Divisi Utama.
Kini
PSMS dan Persebaya telah bergandengan tangan untuk promosi ke Liga 1 2018. Tinggal memperebutkan supremasi tim terbaik di Liga 2 2017.