Pro Duta Gagal Tembus Delapan Besar
Pro Duta Gagal Tembus Delapan Besar
Bermain didepan publik sendiri, awal pertandingan Pro Duta langsung mengencarkan serangan. Barisan depan Pro Duta yang diposisikan Tambun Difty Naibaho, M Hairan dan Antonio Saldevilla, sedikit melakukan serangan yang tidak terlalu mengancambaris pertahanan Semen Padang. Serangan yang dibangun dari tengah lapangan di bariskan Ansyari Lubis, Irvin Museng, Bambang dan Safri Al Fandi kerap dikandaskan pemain bertaham Semen Padang David Vaqbe, Saefullah, Hengky Ardilles dan Slamet Riadi.
Dikubu Semen Padang, juga tak kalah. Serangan yang disortir dari sisi lapangan dikomandoi Elly Aiboy merepotkan barisan pertahanan Pro Duta. Hingga memasuki menit 17, gawang Pro Duta yang dikawal Okky Rengga dikejutkan dengan gol Josua Pahabol. Walaupun tertinggal dan hanya menurunkan pemain lapis kedua, Pro Duta FC masih bisa memberi perlawanan yang berarti terhadap pemimpin klasemen IPL tersebut. Sampai babak pertama berakhir kedudukan 0-1 untuk keunggulan Semen Padang tidak berubah. Memasuki babak kedua, Pro Duta FC langsung tampil menyerang melalui Tambun dan Irvin Museng tetapi mereka tidak mampu menjebol gawang Semen Padang yang dijaga Syamsidar.
Justru di menit 69 Semen Padang mampu menggandakan kedudukan melalui kaki Edward Wilson. Tertinggal 0-2 Pro Duta terlihat frustasi sehingga main keras. Ketinggalan 2-0, dengan agregat 4-0, untuk keunggulan Semen Padang, membuat skuad Kuda Pegasus-julukan Pro Duta frustasi. Permainan keras pun ditampilkan. Hingga akhirnya, dimenit 75, Safri Alfandi dikeluarkan wasit Faulur Rosi atas pelanggaran kerasnya.
Bermain dengan 10 pemain, membuat celah yang ditinggalkan Fandi untuk melakukan serangan bagi pemain Semen Padang. Di menit akhir pertandingan, pemain pengganti Semen Padang, Rikyohorella sukses membuat Okky memungut bola dari gawangnya untuk ketiga kalinya pada menit 88. Hingga wasit Faulur meniup panjang peluit, kedudukan tidak berubah. Semen Padang memenangi pertandingan 3-0 dengan agregat 5-0. Semen Padang akan bertemu PSMS Medan setelah mengalahkan Persiraja Banda Aceh dengan skor 2-0 di Stadion Teladan Medan. Kemenangan ini, membuat PSMS Medan unggul dengan agregat 4-2.
Pelatih Pro Duta Roberto Bianchi mengakui kekalahan timnya atas pemuncak klasemen IPL itu. Diakuinya, anak asuhnya sudah bermain sesuai dengan isntruksinya. Namun, penguasaan bola yang lebih dikuasai Semen Padang, membuat anak asuhnya kurang mendapatkan kesempatan. Ketinggalan 1-0 membuat emosi anak aushnya tidak terkontrol dan berakibat dikeluarkannya Fandi akibat pelanggaran yang dilakukannya. "Saya lihat jalannya pertandingan imbang, meski hasilnya kami kalah. Ini juga penguasaan bola yang kurang dan juga pemain yang saya turunkan bukan yang saya inginkan," ungkapnya.
Sedangkan carataker Semen Padang Suhatman Imam mengapresiasi kemenangan tersebut. Katanya, kemenangan tersebut sesuai dengan bekal dan target yang dibawanya dari ranah Minang. Kemenangan ini pun, timnya bersiap menantang PSMS Medan dibabak kedua Piala Indonesia. "Lawan PSMS kita sudah pernah di liga. Waktu kita sebagai tamu, skor akhir 1-1 dan sewaktu kita tuan rumah, kita menang dengan skor 3-0. Target kita di Piala Indonesia ini final dan di liga IPL target kita adalah juara," pungkasnya
What's Your Reaction?