Wakil sekretaris umum PSMS, Yusrizal mengatakan akan selamat dari kekalahan Walk Out alias WO. Pengurus yang tiba-tiba dimunculkan Ketua Umum Indra Sakti Harahap mengaku regulasi Divisi Utama pasal 9 menjadi alasan kuat gagalnya kemenangan PS. Bengkulu dari
PSMS Medan.
"Laga
PSMS akan dijadwal ulang dan semua biaya kerugian akan ditanggung PSSI. Ini berdasarkan regulasi pasal 9," kata Yusrizal kepada wartawan. Jika memang benar, ini tentunya menjadi kabar baik. Peluang kembali ke jalur babak 12 besar teebuka.
Tapi ketika membuka regulasi pasal 9, apa yang disampaikan Yusrizal malah tidak nyambung. Disana tertuang tentang klub menolak untuk bertanding.
Pertama tertulis "apabila klub menolak untuk bertanding sesuai jadwal yang telah ditetapkan, klub bersangkutan akan dikenakan sanksi yang diputuskan okeh Komisi Disiplin PSSI"
Kedua tertulis "klub yang menolak untuk bertanding akan kehilangan hak financial yang nilainya akan dipotong secara proposional oleh liga"
Ketiga tertulis "liga dapat memberikan kompensasi kepada klub yang dirugikan karena adanya penolakan tersebut berdasarkan permintaan secara tertulis yang beralasan kuat". Lalu bahagian mana yang menguntungkan
PSMS tidak WO?
Yusrizal sendiri dalam rekaman wawancara dengan wartawan
Medan mengaku alasan tidak tersedianya tiket pesawat Jakarta Bengkulu, bukan alasan penolakan bertanding.
"Bukan tak ingin
PSMS Medan lolos ke babak 12 besar. Kalaupun pertandingan melawan Bengkulu dijadwal ulang akan sangat positif sekali bagi tim kita. Tapi janganlah sampai dengan alasan yang seperti ini, berdasarkan regulasi. Di cek isi regulasinya tidak nyambung. Sepertinya ada yang tak mau menerima kesalahan kegagalan keberangkatan," kata Abdi J Panjaitan, media officer.
"Di pasal 10, 11 dan 12 ada aturan soal pembatalan pertandingan, tapi sebelum kedatangan tim tamu ataupun alasan force majeur. Jadi bukan soal tidak adanya tiket pesawat," tambahnya. (
Bolahita)